Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Suasana rumah duka di Dusun Sawit, Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Senin (23/9/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Suasana duka menyelimuti rumah Egi Hermawan, 17, di Dusun Sawit, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Senin (23/9/2019). Para pelayat silih berganti berdatangan untuk menampaikan belasungkawa terhadap keluarga Egi.
Egi meninggal dunia setelah dibacok gerombolan orang tidak dikenal di wilayah Jogja. Pelajar Kelas III di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Jogja itu meninggal dalam perjalanan menuju ke RSUD Jogja atau RS Wirosaban akibat luka bacokan sekitar empat sentimeter di bagian perut bagian atas, Minggu (22/9/2019) sore.
Keluarga baru mengetahui menjelang maghrib setelah didatangai satpam RS Wirosaban dan teman Egi. "Kemarin [Minggu] sore memang keluarga sedang kumpul, namun belum tahu ada kejadian ini," kata Putut Indroyono, salah satu paman korban disela-sela menerima pelayat.
Putut tidak mengetahui persoalan yang terjadi dengan keponakannya tersebut hingga terjadi insiden memilukan.,
Sepengetahuan Putut, Egi selama ini tidak pernah neka-neka. Bahkan sejak beberapa bulan terakhir sibuk membantu kedua orang tuanya menjaga warung angkringan di barat kampus ISI Jogja setelah pulang sekolah dan saat hari libur pada Sabtu dan Minggu.
Egi Hermawan merupakan putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Heris dan Ririn. Selain itu di mata keluarga, Egi juga dinilai anak yang mandiri. "Anaknya pendiam. Tidak pernah membuat masalah keluarga," kata Putut.
Meski begitu dia tidak memungkiri bahwa Egi pernah ikut-ikutan dalam kelompok pelajar pada saat kelas I dan II. Setelah itu Egi lebih banyak di rumah, terutama setelah selesai mengikuti praktik kerja lapanan (PKL).
Oleh karena itu kejadian yang menimpa Egi cukup mengagetkan keluarga. Namun demikian pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebu sebagai musibah. Terkait dengan proses hukum yang tengah ditangani polisi, Putut menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut untuk diusut sampai tuntas.
Seperti diketahui, Egi dibacok orang tidak dikenal saat melintas bersama temannya, Irfan di Jalan Supomo, Kecamatan Mantrijeron, Jogja, pada Minggu, sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu korban pulang dari lapangan futsal di Jalan Parangtritis.
Saat di lokasi kejadian, korban mendadak dipepet gerombolan orang yang mengendarai lima sepeda motor. Setelah pelaku mengambil kunci kemudian menganiaya korban. Salah satu pelaku mengayunkan senjata tajam dan mengenai bagian perut korban, sementara teman korban berhasil kabur.
Korban sempat sadar saat dievakuasi polisi untuk dibawa ke rumah sakit. Namun sampai di RS Wisosaban, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.
Hingga Senin siang sejumlah pelayat masih memadati rumah korban. Jenazah rencananya dimakamkan di kompleks pemakaman di wilayah Nitikan, Umbulharjo, Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.