Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Kepala Disdag Bantul Sukrisna Dwi Susanta (kiri) bersama para perajin Bantul saat berada di lokasi Bali Tourism Trade Investment Expo 2019, akhir bulan lalu./Istimewa-Disdag Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Kerajinan rajut asal Bantul jadi primadona di Bali Tourism Trade Investment Expo 2019 yang digelar di Atrium Mall Level 21, Bali, pada 26-29 September 2019 lalu.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul Sukrisna Dwi Susanta mengatakan saat event itu baru sehari dibuka, produk-produk rajut dari Bantul sudah ludes terjual. Selain produk kerajinan rajut dari Mazzy Craft, Bantul, dalam Bali Tourism Trade Investment Expo 2019, Disdag Bantul juga mengajak pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) lain yang bergerak di bidang kerajinan, yakni kerajinan batik dari Mutiara Batik dan produk jamu instan Mitra Sehat.
“Kami [Disdag Bantul] memang secara rutin memfasilitasi perajin untuk ikut promosi dan pameran. Dalam setahun biasanya Bantul ikut lima sampai enam pameran,” kata dia melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (2/10/2019).
Diakui Sukrisna, jumlah perajin di Bantul sangat melimpah. Itulah sebabnya, sudah jadi tugas Disdag Bantul untuk mendampingi dan membantu mempromosikan agar produk kerajinan asal Bantul bisa kian dikenal. “Target kami dengan ikut pameran, produk akan makin dikenal dan mereka bisa langsung pesan ke perajin,” katanya.
Di Bali, sambutan masyarakat terhadap Bali Tourism Trade Investment Expo 2019 sangat luar biasa, terlebih pameran dilakukan di pusat perbelanjaan banyak dikunjungi masyarakat dari kalangan menengah ke atas. Selain itu banyak juga wisatawan mancanegara yang datang ke pusat perbelanjaan tersebut. “Stan Disdag Bantul masuk tiga besar stan terbaik dari sekitar 39 peserta di event itu,” ucap Sukrisna.
Dia berharap pameran di Bali itu bisa berdampak positif bagi perajin. Setelah event itu, dia berarap akan lebih banyak yang order.
Selain mengikuti pameran, kata Sukrisna, Disdag juga memberikan pelatihan ekspor, pelatihan marketing dan juga pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk perajin. Dengan pelatihan semacam ini diharapkan produk kerajinan asal Bantul akan semakin dikenal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Renovasi Mandala Krida dikaji UGM selama 5 bulan. Tribun timur yang bergoyang jadi sorotan, Pemda DIY diminta hati-hati.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Persebaya pesta gol 7-0 atas Semen Padang. Simak jalannya pertandingan, daftar pencetak gol, dan susunan pemain lengkap.
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.