DPAD DIY Ubah Arsip Lama Jadi Konten Digital Favorit Gen Z
Lewat program tersebut, arsip dan pustaka langka tidak lagi hanya disimpan sebagai dokumen lama, tetapi diolah menjadi artikel populer, infografis, hingga konte
Ilustrasi lansia./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Kerja sama antarinstansi pemerintah daerah diperlukan untuk terus meningkatkan kesejahteraan para lanjut usia (lansia). Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus saling mendukung dalam mewujudkan DIY ramah Lansia.
Kepala Dinas Sosial DIY, Untung Sukaryadi, dalam Rapat Koordinasi DIY Menuju Ramah Lansia yang digelar di Ruang Rapat Unit 9 kompleks Kepatihan, Jogja, Kamis (3/10) mengatakan penanganan lansia juga memerlukan dukungan dari SKPD lain. Contohnya, kata dia, Dinas Perhubungan (Dishub), bisa turut menangani lansia dengan menciptakan akses transportsai yang bisa dijangkau lansia. “Membutuhkan kebijakan ramah lansia,” kata dia di sela-sela rapat tersebut.
Selain Dinas Sosial DIY, rapat koordinasi itu juga melibatkan, Komisi Daerah (Komda) Lansia DIY dan sejumlah akademisi.
Menurut Untung, Komda Lansia berperan memberi rekomendasi dan masukan kepada Gubernur DIY atau SKPD yang bisa turut menangani lansia. “Hampir semuanya bisa, tapi kebanyakan selama ini yang dibebankan untuk menangani hanya Dinas Sosial,” ujarnya.
Dia mengatakan lansia di DIY memiliki fungsi penting di masyarakat, yakni sebagai penjaga nilai, transformasi budaya dan penyangga. Ia melihat jika dalam kondisi sehat, lansia memungkinkan untuk diberdayakan. “Tanpa lansia, budaya bisa punah, karena tidak ada transfer budaya pada generasi muda,” ujar dia.
Itulah sebabnya, dia berharap wilayah ramah lansia tidak bersifat teritorialistik. Semua kawasan, kata dia, perlu ramah lansia, termasuk tempat ibadah, sekolah, pondok pesantren, khususnya fasilitas negara. Dari rekomendasi yang dikeluarkan dalam rakor tersebut, Pemda DIY diharapkan dapat memprioritaskan kebijakan ramah lansia.
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial DIY, Peni Sumarwati, mengatakan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Lansia saat ini tengah digodok, yang salah satu amanahanya adalah menyusun rencana aksi daerah untuk penyelenggaraan kesejahteraan menuju kawasan ramah lansia.
“Secara umum penyelenggaraan kesejahteraan lansia memang harus diusung oleh semua stakeholder yang terkait. Lansia tidak sekadar dipandang sebagai objek yang tidak berdaya. Bnanyak diantaranya yang masih produktif, maka perlu diperhatikan bagaimana agar mereka bisa tetap produktif,” ucap Peni.
Ketua Komda Lansia DIY, Suripto, menjlaskan rapat koordinasi tersebut juga merupakan ajang sosialisasi terkait dengan kawasan ramah lansia, khususnya pengelolaan layanan lansia di DIY. “Ini jelas jadi harapan semua pihak, karena pemerintah provinsi lain juga sudah memulai, maka sudah seharusnya jika DIY segera menyiapkan diri,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lewat program tersebut, arsip dan pustaka langka tidak lagi hanya disimpan sebagai dokumen lama, tetapi diolah menjadi artikel populer, infografis, hingga konte
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.