Penumpang WNA Naik 7,8 Persen, KAI Daop 6 Perkuat Konektivitas Wisata
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 264.335 penumpang WNA hingga September 2026, tumbuh 7,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Ilustrasi lansia./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Kerja sama antarinstansi pemerintah daerah diperlukan untuk terus meningkatkan kesejahteraan para lanjut usia (lansia). Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus saling mendukung dalam mewujudkan DIY ramah Lansia.
Kepala Dinas Sosial DIY, Untung Sukaryadi, dalam Rapat Koordinasi DIY Menuju Ramah Lansia yang digelar di Ruang Rapat Unit 9 kompleks Kepatihan, Jogja, Kamis (3/10) mengatakan penanganan lansia juga memerlukan dukungan dari SKPD lain. Contohnya, kata dia, Dinas Perhubungan (Dishub), bisa turut menangani lansia dengan menciptakan akses transportsai yang bisa dijangkau lansia. “Membutuhkan kebijakan ramah lansia,” kata dia di sela-sela rapat tersebut.
Selain Dinas Sosial DIY, rapat koordinasi itu juga melibatkan, Komisi Daerah (Komda) Lansia DIY dan sejumlah akademisi.
Menurut Untung, Komda Lansia berperan memberi rekomendasi dan masukan kepada Gubernur DIY atau SKPD yang bisa turut menangani lansia. “Hampir semuanya bisa, tapi kebanyakan selama ini yang dibebankan untuk menangani hanya Dinas Sosial,” ujarnya.
Dia mengatakan lansia di DIY memiliki fungsi penting di masyarakat, yakni sebagai penjaga nilai, transformasi budaya dan penyangga. Ia melihat jika dalam kondisi sehat, lansia memungkinkan untuk diberdayakan. “Tanpa lansia, budaya bisa punah, karena tidak ada transfer budaya pada generasi muda,” ujar dia.
Itulah sebabnya, dia berharap wilayah ramah lansia tidak bersifat teritorialistik. Semua kawasan, kata dia, perlu ramah lansia, termasuk tempat ibadah, sekolah, pondok pesantren, khususnya fasilitas negara. Dari rekomendasi yang dikeluarkan dalam rakor tersebut, Pemda DIY diharapkan dapat memprioritaskan kebijakan ramah lansia.
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial DIY, Peni Sumarwati, mengatakan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Lansia saat ini tengah digodok, yang salah satu amanahanya adalah menyusun rencana aksi daerah untuk penyelenggaraan kesejahteraan menuju kawasan ramah lansia.
“Secara umum penyelenggaraan kesejahteraan lansia memang harus diusung oleh semua stakeholder yang terkait. Lansia tidak sekadar dipandang sebagai objek yang tidak berdaya. Bnanyak diantaranya yang masih produktif, maka perlu diperhatikan bagaimana agar mereka bisa tetap produktif,” ucap Peni.
Ketua Komda Lansia DIY, Suripto, menjlaskan rapat koordinasi tersebut juga merupakan ajang sosialisasi terkait dengan kawasan ramah lansia, khususnya pengelolaan layanan lansia di DIY. “Ini jelas jadi harapan semua pihak, karena pemerintah provinsi lain juga sudah memulai, maka sudah seharusnya jika DIY segera menyiapkan diri,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 264.335 penumpang WNA hingga September 2026, tumbuh 7,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.