Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ketua PPBI Gunungkidul, Abdul Kharim Wasiyat, melihat bonsai asam Jawa berumur 40 tahun milik peserta yang dipamerkan di Taman Kota Wonosari, Selasa (8/10/2019)./Harian Jogja-Muhammad Nadhir Attamimi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Gunungkidul menggelar pameran tanaman bonsai di Taman Kota Wonosari, Selasa (8/10/2019). Event yang baru pertama kali digelar tersebut diikuti 210 penggemar dan pencinta tanaman kerdil dalam pot yang tersebar di sejumlah wilayah Gunungkidul.
Ketua PPBI Gunungkidul, Abdul Kharim Wasiyat, mengungkapkan pameran digelar guna memberikan wadah bagi para pencinta bonsai di Gunungkidul agar bisa berkembang dan berkreasi. "Kami ingin wadah ini terus tumbuh dan berkembang," kata pria yang akrab disapa Pakde Gondrong di sela-sela pameran, Selasa.
Dalam pameran yang digelar PPBI Gunungkidul tidak menerapkan aturan tertentu kepada para peserta. Siapapun yang memiliki hobi atau berminat melestarikan bonsai diperbolehkan ikut. "Target kami hanya 150 orang peserta, ternyata yang daftar 210 orang, dan semua kami tampung," kata dia.
Setelah seluruh peserta terdaftar, panitia mengelompokkan tingkatan bonsai. Kelompok pertama berada di kelas prospek dan kedua kelas bonsai. Kelas prospek merupakan kelompok para pemula, sedangkan kelas bonsai diperuntukkan bagi pemilik bonsai yang sudah ikut lomba tingkat nasional dan mendapatkan juara. "Minimal masuk 10 besar," ujarnya.
Menurut Pakde Gondrong, bonsai yang mengikuti kontes memiliki kisaran umur beragam, mulai 10 tahun hingga 40 tahun. Setiap bonsai yang dipamerkan memiliki nilai dan harga yang berbeda. "Semakin tua dan unik semakin mahal, seperti bonsai asam Jawa ini harganya di kisaran Rp100 juta," katanya.
Salah seorang juri PPBI asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Heri Kucrit, mengungkapkan meski acara hanya masuk kategori tingkat daerah, penilaian tetap dilakukan secara ketat sesuai standar nasional. Menurut Heri penilaian sesuai standar nasional diterapkan karena wilayah Gunungkidul memiliki tanaman bonsai berkualitas baik sehingga bisa bersaing di manapun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.