SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Ratusan pengunjung memadati kawasan Tebing Breksi, Minggu (30/12/2018)/Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, JOGJA—Aksi demontrasi yang berujung pada kerusuhan di sejumlah titik di Papua sempat memukul pariwisata di daerah tersebut. Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Papua pun belajar untuk meningkatkan dan mengembangkan kembali pariwisata di wilayah DIY.
Kepala Seksi (Kasi) Pasar Wisata Dispar Papua MA. Mariansah mengatakan Jogja bisa jadi barometer pariwisata di Indonesia selain Bali. "Hal itu yang menjadi dasar bagi kami untuk terus meningkatkan SDM," katanya di sela-sela kegiatan Training Of Trainer (TOT) Terkait dengan Analisa Pasar Wisata bagi Pegawai dan Akademisi Papua di Boutique Hotel, Jogja, Kamis (10/10/2019).
Ketika kerusuhan terjadi, kata Mariansyah, sektor pariwisata di Papua sangat terpukul. Pasalnya sejumlah negara mengeluarkan travel warning sehingga kunjungan wisatawan turun drastis dan ada pembatasan orang asing masuk ke Papua.
Padahal sebelum ada kerusuhan, rerata ada 200-300 wisman yang berkunjung ke Papua per bulan. "Travel warning yang dikeluarkan sangat berdampak pada kunjungan wisatawan. Sudah akses transportasi ke Papua sulit, orang asing juga masuk dibatasi," katanya.
Dispar Papua, kata dia, selalu meyakinkan kepada masyarakat bahwa Papua tidak seperti yang diberitakan. "Yang terjadi isu Papua dibombardir dan diekspoitasi padahal kondisi di masyarakat tidak seperti itu” ucap dia.
Itulah sebabnya dia berharap sektor pariwisata bisa ikut membantu dan mengembalikan kondisi Papua lewat pariwisata.
Meskipun pariwisata di Papua belum seperti di Jogja namun dia mengklaim potensinya tidak kalah dengan Jogja. Untuk mengembangkan dan meningkatkan kembali pariwisata di Papua, apa yang bisa diadopsi dari Jogja ke Papua akan dilakukan. "Misalnya dengan mengangkat potensi desa wisata berbasis masyarakat. Di Jogja ada Tebing Breksi di Sleman atau Hutan Pinus di Mangunan. Kami akan pelajari itu," katanya.
Di Papua, lanjut dia, ada hutan yang bisa dikelola masyarakat dan bisa mendatangkan wisatawan. Dispar berharap agar potensi wisata tersebut bisa menumbuhkan roda perekonomian masyarakat sekitar. "Di Papua ada beberapa lokasi yang awalnya tertutup. Kalau saat ini akses terbuka dan lokasinya bagus, maka masyarakat di sana mulai menata dan menerima kunjungan wisatawan," ucap dia.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana menjelaskan banyak wisata di DIY yang melibatkan masyarakat. Tebing Breksi misalnya, dulu merupakan lokasi tambang batu. Saat ini Tebing Breksi menjadi obyek wisata yang menawarkan pengalaman. "Dulunya tebing ini hanya digunakan untuk tambang batu dengan nilai ekonomi sangat rendah bahkan merusak alam. Sekarang menjadi sangat luar biasa dengan banyak nilai tambah dan itu semua andil masyarakat," kata Tri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
PKH tahap 4 2026 segera memasuki periode Oktober-Desember. Simak cara daftar lewat Perlinsos Digital, syarat, nominal, dan cara cek status.
Bayi gajah sumatra jantan lahir di Tesso Nilo diberi nama Ganesha. Ini merupakan anak keenam Lisa dari perkawinan dengan gajah liar.
Stok MinyaKita menipis? Pedagang Bantul bisa mengajukan pasokan ke Bulog dengan syarat NIB, KTP, email, dan nomor telepon.
Pedagang pasar Jogja menghadapi tekanan daya beli dan pedagang keliling. Disdag menyiapkan event, keringanan retribusi hingga live selling.
KPK menyebut Ombudsman dapat melaporkan dugaan pungli di lapas dan rutan jika data lengkap, termasuk temuan di Cibinong dan Pondok Bambu.