3,4 Ton Merkuri Disamarkan dalam Keramik, Ekspor Ilegal Digagalkan
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Suasana jumpa pers acara Festival Anak Sholeh Indonesia Tingkat Jogja, Rabu (23/10/2019)./Rofik Syarif G.P
Harianjogja.com, JOGJA—Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XI tingkat Kota Jogja kembali digelar. Untuk tahun ini FASI XI Tingkat Jogja mengambil tema Bina, Santri, Jujur, Arif, Ramah, Santun (Bisa Juara Satu).
Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Jogja Mukotip mengatakan FASI XI Tingkat Jogja akan digelar di SMP Muhammadiyah 2 Jogja, Minggu (27/10). Nantinya para pemenang dari FASI XI Tingkat Jogja akan berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi yaitu tingkat Provinsi DIY dan tingkat Nasional yang rencananya akan digelar tahun depan.
“Kegiatan ini nanti akan digolongkan menjadi tiga kelas yaitu Taman Kanak-kanak Alquran [TKA]; Taman Pendidikan Alquran [TPA]; dan Taklimul Quran lil Aulad [TQA],” ucap Mukotip saat jumpa pers terkait dengan FASI XI Tingkat Jogja di Kantor Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian Kota Jogja, Rabu (23/10/2019).
Mukotip menambahkan anggaran dari kegiatan ini berasal dari dana hibah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Kota Jogja 2019 sebesar Rp70 Juta. Selain itu, imbuh dia, kegiatan tersebut juga didukung oleh Badan Koordinasi (Badko) TKA-TPA.
Selain sebagai ajang silaturahmi dalam rangka ukhuwah islamiah, FASI XI Tingkat Jogja juga menjadi wahana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan profesionalisme di setiap jenjang kelembagaan dalam upaya meningkatkan fungsi Badko TKA-TPA. “Yang terpenting adalah sebagai media evaluasi santri di wilayah Kota Jogja yang selanjutnya akan menjadi umpan balik perbaikan kurikulum termasuk proses pembelajaran para santri,” ucap Mukotip.
Salah satu panitia dari Badko TKA-TPA Muhaimin mengatakan FASI XI Tingkat Jogja akan diambil juara I, II, dan III untuk mewakili Kota Jogja bersaing di FASI tingkat DIY pada 2020 mendatang.
Dia menjelaskan syarat-syarat untuk peserta kelas TKA adalah berusia maksimal tujuh tahun; untuk TPA berusia maksimal 12 tahun; kelas TQA berumur maksimal 15 tahun.
“Beberapa tangkai lomba yang difestivalkan beragam, mulai dari tartil Alquran, azan dan Ikamah, nasyid islami, peragaan salat, cerdas cermat Alquran, mewarnai ceramah agama Islam hingga kaligrafi,” ucap Mukotip.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Pemkot Jogja akan menurunkan alat berat untuk membersihkan dan menata kawasan Sungai Code sisi selatan di Sorosutan dalam dua pekan mendatang.
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep menewaskan lima orang. Sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi.