RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ilustrasi./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, BANTUL-- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang terjadi pada masa pancaroba dan musim penghujan mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengatakan berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY bahwa sebagian besar wilayah Bantul kemungkinan akan diguyur hujan pada November dasarian II atau pekan kedua dan ketiga November.
Sementara sebagian lainnya seperti Dlingo bagian Selatan, Imogiri bagian timur, Pundong bagian timur dan Kretek bagian timu, kemungkinan diguyur hujan pada akhir November. Namun sebelum musim hujan, terjadi musim pancaroba yang sudah dimulai sejak Oktober ini.
“Musim pancaroba ini kemudian menyebabkan potensi terjadi angin kencang, pohon tumbang, gelombang pasang meningkat, serta abrasi selain disebabkan oleh anomali cuaca,” kata Dwi Daryanto, seusai rapat komprehensif persiapan menghadapi musim pancaroba dan penghujan pada akhir 2019 dan awal 2020 di Parasamya, Komplek Pemerintahan Kabupaten Bantul, Selasa (29/10/2019).
Dalam pekan ini, kata Dwi Daryanto, Bupati Bantul Suharsono juga akan mengeluarkan surat edara (SE) untuk semua organisasi perangkat daerah, camat, hingga kepala desa, untuk meningkatkan kewaspadaan selama masa pancaroba dan apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
“Kalau semua sarana dan prasarana sudah siap semoga manakala terjadi musibah bencana yang tak diinginkan semua bisa diantisipasi. Harapa semua info satu padu untuk mengantisipasi bencana banjir, longsor, dan angin kencang,” ujar Dwi Daryanto.
Titik longsor sejauh ini ada di wilayah perbukitan seperti Piyungan, Pleret, Dlingo, Pundong, Imogiri, Kretek, Kasihan dan Pajangan. Sementara wilayah yang berpotensi banjir berada di sekitar bantaran sungai yang tersebar di wilayah Kecamatan Kasihan, Banguntapan, Sewon, Bambanglipuro, Kretek, Jetis, dan Pundong.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasional BPBD Bantul selama masa pancaroba 2018 lalu telah terjadi bencana angin ribut di 373 titik, tanah longsor 23 titik, dahan patah tiga titik, pohon tumbang 80 titik. Sebaran kejadian bencana terbanyak di wilayah Piyungan, Dlingo, Pleret, Imogiri, Pundong, dan Jetis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.