Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Foto ilustrasi. Warga memotong pohon tumbang yang melintang di tengah jalan sebagai dampak hujan deras dan angin kencang yang melanda Sleman, Sabtu (8/3/2025)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sleman pada awal pekan ini memicu serangkaian gangguan lingkungan, mulai dari pohon tumbang hingga kerusakan rumah warga. Hujan yang disertai angin kencang membuat aktivitas warga terganggu dan memaksa aparat kebencanaan bergerak cepat melakukan penanganan darurat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan hujan lebat yang disertai angin kencang pada Senin (12/1/2026) malam mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di berbagai wilayah.
“Hujan ringan hingga sedang yang disertai angin kencang di Kabupaten Sleman mengakibatkan beberapa pohon tumbang,” kata Bambang, Senin (12/1/2026) malam.
Berdasarkan pendataan sementara, dampak hujan dan angin tersebut tersebar di 11 kapanewon. Sedikitnya tercatat 28 pohon tumbang akibat cuaca ekstrem tersebut.
Selain itu, terdapat 12 rumah warga yang mengalami kerusakan ringan. Lima jaringan listrik juga terdampak, menyebabkan gangguan distribusi listrik di beberapa titik.
“Satu sepeda motor dan satu mobil ikut terdampak. Untuk korban jiwa nihil,” ujar Bambang.
Di Kapanewon Depok, pohon tumbang menimpa kabel listrik dan badan jalan. Masih di wilayah yang sama, pohon waru berdiameter sekitar 35 sentimeter patah dan menimpa sebuah sepeda motor PCX. Sementara di Tirtoadi, Kapanewon Mlati, sebuah pohon tumbang menimpa rumah warga.
BPBD Kabupaten Sleman telah melakukan asesmen terhadap seluruh lokasi terdampak. Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemotongan pohon, membuka akses jalan, serta mendistribusikan bantuan darurat kepada warga yang terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.