Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ilustrasi/Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Teror belasan ular kobra di Gunungkidul, direspons warga dengan mengundang pranormal.
Warga Padukuhan Kepek I, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul resah. Sejak beberapa hari yang lalu muncul belasan ekor anak ular kobra ke pemukiman mereka. Warga khawatir ular-ular tersebut akan menyerang mereka, terutama anak-anak.
Salah Seorang warga Kepek I, Ervan Bambang, mengungkapkan, kemunculan ular-ular kobra tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak 2016 yang lalu. Mulanya warga menganggap itu wajar sebagai fenomena alam biasa. Namun ternyata kemunculannya setiap tahun terus bertambah dan berulang sampai menjadi musiman.
"Hari Selasa (3/12/2019) kemarin saya juga temukan di kamar mandi. Langsung saya tangkap, masukkan dalam botol dan saya serahkan ke pawang ular," tutur Ervan, Rabu (4/12/2019).
Dukuh Kepek I Soekirno, ketika dikonfirmasi, membenarkan peristiwa tersebut. Selama empat hari terakhir warga berhasil menangkap setidaknya 11 ekor anak ular kobra yang masuk ke permukiman mereka. Tentu hal ini membuat warga makin khawatir, takut ular-ular tersebut masuk ke kamar tidur mereka.
Soekirno mengakui, anak-anak ular kobra tersebut telah muncul sejak beberapa tahun terakhir. Kemunculannya pun selalu datang di waktu yang sama, yaitu setiap November hingga Desember.
Pada 2016 lalu warga sudah mendapati adanya puluhan ekor anak ular kobra. Namun warga menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang biasa, sehingga tidak sempat menimbulkan keresahan. Pada 2017 yang lalu fenomena munculnya puluhan ekor anakan ular kobra kembali terjadi.
"Kita berhasil menangkap 32 ekor. Tahun 2017 sebanyak 17 ekor,"ungkapnya.
Warga resah karena anakan ular kobra tersebut tidak hanya ditemukan di pekarangan atau halaman rumah mereka, melainkan, sudah banyak warga yang menjumpai anakan ular kobra masuk ke dalam rumah. Warga khawatir ular kobra tersebut akan menyerang ketika mereka sudah terlelap.
Berbagai upaya warga lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Di antaranya mendatangkan pawang ular dari Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta. Tak hanya itu, warga juga menghubungi paranormal untuk mengusir anakan ular kobra tersebut.
"Kami juga datangkan orang pintar untuk temukan indukannya, tetapi sudah hampir empat tahun belum ketemu induknya," paparnya.
Keresahan warga terhadap kemunculan anakan ular kobra tersebut terus terjadi. Bahkan Soekirno mengungkapkan, ada satu keluarga yang sampai mengungsi dari rumah mereka ke tempat saudara karena khawatir ular akan menyerang mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Pilur Bantul 2026 digelar di 30 kalurahan dengan 87 calon lurah dan 304.045 pemilih. Simak jadwal kampanye, masa tenang, hingga pencoblosan.
Cristiano Ronaldo menjadi sorotan jelang Denmark vs Portugal setelah laporan soal latihan individu dan keputusan Jorge Jesus di laga sebelumnya.
Direktur Pegadaian Ismail Ilyas berbagi pengalaman karier dan kepemimpinan kepada mahasiswa Universitas Andalas melalui sesi Alumni Calling.
Top skor Nations League 2026/2027 sementara dipimpin empat pemain, termasuk Lamine Yamal dan Erling Haaland yang sama-sama mengoleksi 3 gol.
Profil Timnas Bangladesh yang akan menghadapi Indonesia pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk Hamza Choudhury, Shamit Shome, dan Thomas Dooley