Viral Pengendara Mobil Nyaris Jadi Korban Modus Ojol Teriak Maling di Jaksel
Pengendara mobil mengaku nyaris menjadi korban dugaan modus ojol teriak maling di Jakarta Selatan dan memilih mencari pengamanan di Mall Kokas.
Kawasan bantaran sungai Gajah Wong di Muja Muju Umbulharjo, Kota Jogja pekan lalu.-Harian Jogj/Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah menyulap kawasan kumuh di Bantaran Sungai Gajah Wong, Muju Muju Umbulharjo menjadi permukiman pinggiran yang enak dipandang. Berbagai fasilitas diberikan di pinggiran sungai salah satunya hydrant untuk pemadam kebakaran.
Penataan bantaran sungai Gajah Wong dilakukan secara bertahap dan saat ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Penataan itu dimulai pada 2018 merampungkan di RT53/RW06 dan RT54/RW08, kemudian 2019 penataan bantaran sungai akan dilakukan di RT52/RW05 dan sebagian di RT29/RW09.
Penataan dilakukan dengan mengepras beberapa rumah warga untuk akses jalan di pinggiran sungai, saat ini sudah bisa dilewati kendaraan roda empat. Fasilitas berupa pagar yang membatasi sungai serta lampu tiang yang menjadi ciri khas Kota Jogja memperindah kawasan ini. Di dalam pagar itu terdapat celah khusus untuk menanam berbagai sayuran.
“Sekarang ini semua sudah ditata, mulai dari jembatan perbatasan Sokowaten sampai Gembiro Loka sudah ditata rapi seperti rt53, RT52, RT53, RT54, RT29 dan warga sangat mendukung program ini,” ungkap Lurah Muja Muju Kecamatan Umbulharjo Kota Jogja Jemari belum lama ini.
Adapun penataan yang dilakukan mulai dari pembuatan pagar, talut dan jalan, di mana hal ini butuh pengeprasan rumah warga. Selain itu pembangunan drainase, penataan lingkungan dan berbagai fasilitas seperti hydrant untuk pemadam kebakaran. Penataan kawasan bantaran Sungai Gajah Wong ini mendapatkan anggaran dari pusat Rp16 miliar untuk satu kawasan yang terdiri dari wilayah Kelurahan Muju, Warungboto, Prenggan dan Giwangan.
“Tetapi untuk lain-lain seperti biaya rumah yang harus dikepras, perbaikan rumah menjadi layak huni itu sepenuhnya dibantu Pemkot Jogja. Banyak fasilitas sekarang termasuka da Ipal komunal yang limbahnya juga dikelola untuk biofil,” katanya.
Jemari menambahkan, setelah selesai penataan, ke depan diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sehingga mendatangkan manfaat tersendiri bagi warga sekitar. “Setelah ditata ini warga merasakan manfaatnya dan mereka mendukung untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengendara mobil mengaku nyaris menjadi korban dugaan modus ojol teriak maling di Jakarta Selatan dan memilih mencari pengamanan di Mall Kokas.
Menko Muhaimin Iskandar menegaskan pengentasan kemiskinan perlu ekosistem yang menghubungkan perlindungan sosial dan pemberdayaan.
Monaco mengalahkan PSG 2-1 pada pekan ketiga Liga Prancis. Lyon menang atas Auxerre dan kini menempati posisi kedua klasemen.
Pertamina NRE melirik potensi EBT Sumbar sebesar 10.054 MW untuk mendukung pengembangan energi hijau dan transisi energi.
DPRD Kota Jogja menyoroti penerapan K3 proyek jalan setelah kecelakaan di Bugisan. Kontraktor diminta memperketat keselamatan warga.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini, Sabtu 5 September 2026, tersedia malam hari melalui layanan SIMENOR..