Bupati Gunungkidul Minta Jaga Warga Lebih Aktif, Ini Tujuannya
Bupati Gunungkidul Endah Subekti meminta kelompok Jaga Warga memperkuat kamtibmas, mencegah konflik sosial, narkoba, kenakalan remaja, dan hoaks.
Asti Wijayanti/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Potensi pariwisata di Bumi Handayani begitu melimpah. Tingkat kunjungan pun meningkat signifikan sejak 2012. Meski demikian, Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul, Asti Wijayanti, menyadari bahwa sektor kepariwisataan masih butuh dikembangkan.
“Intinya citra pariwisata tak bisa dibentuk secara instan karena butuh waktu yang tidak sebentar. Sebagai contoh untuk pengembangan Desa Wisata Nglanggeran butuh waktu sekitar lima sampai 10 tahun untuk bisa seperti sekarang ini,” kata Asti kepada Harian Jogja, Jumat (6/12/2019).
Menurut dia, patron wisata saat ini masih tertuju ke Pulau Bali. Di Bali pariwisata sudah menjadi yang utama dan masyarakatnya sudah mengerti bagaimana pentingnya memberikan rasa aman dan nyaman terhadap wisatawan yang datang. “Ini yang belum dipunyai Gunungkidul. Untuk bisa mencapai itu maka utuh proses yang tidak sebentar,” katanya.
Asti mengungkapkan kesadaran masyarakat khusus pelaku wisata yang kurang menjadi tantangan yang harus dipecahkan. Ia menuturkan untuk pengembangan sektor kepariwisataan sudah mengacu kepada sapta pesona. Meski demikian, tujuh prinsip ini belum dijalankan dengan baik dalam pengembangan di Gunungkidul.
Sebagai contoh di beberapa destinasi masih terjadi konflik yang melibatkan warga sekitar. Kondisi ini apabila dibiarkan tidak baik sehingga berpengaruh dalam upaya pengembangan. Hal ini dikarenakan adanya konflik bisa mempengaruhi rasa aman dan kenyamanan wisatawan saat berkunjung. Padahal, prinsip tersebut sudah termuat dalam program sapta pesona pariwisata. “Kami terus beruapaya mengaplikasikan prinsip-prinsip sapta pesona kepada para pelaku wisata dengan terus memberikan pendampingan,” katanya.
Selain melatih sumber daya manusia untuk lebih peka terhadap wisatawan, tantangan lain dalam pengembangan juga berkaitan dengan pengembangan infrastrukur. Di dalam kepariwisataan mengenal tiga A yang meliputi aksesbilitas, amenitas dan atraksi.
Untuk aksesibilatas dan amenitas, Pemkab telah berusaha untuk memberikan kemudahan akses dan fasilitas kepada pengunjung. Namun upaya ini terus dilakukan sehingga bisa memberikan rasa nyaman kepada pengunjung. “Untuk atraksi kami juga terus menggelar acara yang bisa menjadi daya tarik wisatawan. Yang jelas kami akan terus upaya dalam pengembangan pariwisata Gunungkidul yang lebih baik lagi,” kata mantan Sekretaris Dinas Pertanahan dan Tata Ruang ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti meminta kelompok Jaga Warga memperkuat kamtibmas, mencegah konflik sosial, narkoba, kenakalan remaja, dan hoaks.
Monako menempati peringkat pertama Nomad Lifestyle Index 2026 dengan skor 73,89, mengungguli Andorra dan Uni Emirat Arab.
Jisoo BLACKPINK merilis teaser ADDICTED. Single digital terbaru ini dijadwalkan meluncur pada 30 Oktober 2026.
Karang Taruna Nasional mendorong restorasi mata air di Bantul untuk menjaga ketersediaan air dan mendukung kebutuhan masyarakat saat kemarau.
Cahya Supriadi menyebut cleansheet pertama PSIM musim ini tidak mudah diraih. Guntur Cahyo menilai pertahanan tim cukup kokoh.
Sembilan klub dikabarkan memastikan tiket playoff MLS 2026. Simak daftar tim, peluang Inter Miami, dan jadwal fase gugur.