Uang Masjid di Semin Hilang Saat Pembangunan Belum Rampung
Dana pembangunan masjid di Semin, Gunungkidul, sebesar Rp13 juta raib dicuri saat pembangunan belum rampung.
Ilustrasi Pilkada
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua partai politik (parpol) masing-masing PDI Perjuangan dan Nasdem Gunungkidul telah menyelesaikan tahapan penjaringan bakal calon kepala daerah. Kedua partai ini tinggal menunggu rekomendasi dari DPP, siapa calon yang diusung dalam Pilkada 2020.
Ketua DPD Nasdem Gunungkidul, Suparjo, mengatakan jajarannya sudah menyelesaikan tahapan penjaringan bakal calon kepala daerah. Selain harus mendaftarkan diri, bakal calon juga harus mengikuti proses uji gagasan yang melibatkan tim dari akademisi. “Semua sudah lalui dan DPW juga sudah menyodorkan nama ke DPP,” kata Suparjo kepada wartawan, Kamis (12/12/2019).
Menurut dia, untuk bakal calon bupati ada beberapa nama yang diusulkan seperti Budi Oetama Prasetya, Mayor Sunaryanto, Wahyu Purwanto. Sedangkan nama-nama seperti Bahron Rasyid, Dadang Iskandar dan Supar Sarwo Putro diajukan sebagai bakal calon wakil bupati. “Kami tinggal menunggu dan hingga sekarang belum ada rekomendasi yang turun,” kata pria yang tercatat sebagai anggota DPRD DIY ini.
Suparjo menuturkan untuk rekomendasi, DPD Partai Nasdem DIY masih menunggu kebijakan dari DPP. Meski demikian, ia memprediksi keputusan terkait dengan calon yang akan diusung baru muncul pada Februari 2020. “Yang jelas calon yang diusung harus sesuai dengan pilihan rakyat jadi harus melalui kajian ilmiah. Jadi, rekomendasi kemungkinan baru turun di Februari 2020,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Menurut Endah, proses penjaringan di tingkat kabupaten telah selesai dilakukan dan tinggal menunggu rekomendasi dari DPP. “Kami masih menunggu rekomendasi dari DPP,” katanya.
Untuk calon yang akan diusung, Endah tak mau berspekulasi. Ia berdalih bahwa keputusan berada di DPP sehingga pimpinan di daerah hanya bisa menuruti garis aturan partai. “Pilkada digelar serentak sehingga DPP butuh waktu untuk menyelesaikan rekomendasinya secara bersama-sama. Jadi, kami tunggu calon mana yang ditunjuk, maka itu yang akan diusung,” katanya.
Ketua DPD PKS Gunungkidul, Ari Siswanto, mengatakan untuk persiapan pilkada PKS masih menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol lain. Menurut dia partainya tidak bisa mengusung calon sendiri dan harus berkoalisi dengan partai yang lain. “Kami masih buka komunikasi dengan partai lain karena hubungan yang baik harus dijaga terus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dana pembangunan masjid di Semin, Gunungkidul, sebesar Rp13 juta raib dicuri saat pembangunan belum rampung.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.
Kemnaker membuka pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026 dengan dana Rp5 juta untuk mendukung usaha mandiri masyarakat.
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Konsultan keuangan Elvi Diana meminta OJK memperketat screening dan edukasi publik guna mencegah maraknya investasi ilegal.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.