Gejala Awal Ebola Varian Bundibugyo, Jangan Terkecoh Mirip Flu Biasa
Kenali gejala awal Ebola varian Bundibugyo yang kini menjadi perhatian dunia. Dosen FKIK UMY menjelaskan gejala, kelompok berisiko, hingga langkah pencegahan.
Ilustrasi tim Detasemen Khusus 88 Antiteror/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah rumah terduga teroris MZ, 58, di RT08/RW13 Kadisono, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Rabu (18/12/2019). MZ diringkus Rabu pagi di jalan depan Markas Paskhas TNI AU, Maredan, Sendangtirto, Berbah, Sleman. MZ dikenal sebagai warga yang baik, aktif mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan, suka gowes, dan tidak ada perilaku aneh.
Kepala Dusun Kadisono, Tegaltirto, Bambang Wahyu mengatakan MZ sudah sekitar 25 tahun tinggal di Kadisono sesuai dengan alamat Kartu keluarga (KK) dan KTP. Sependek pengetahuannya, MZ sehari-hari mencari nafkah dengan menjahit di rumahnya.
“Selama ini dia [MZ] bergaul dengan masyarakat baik-baik saja, saya kaget tiba-tiba tadi sekitar jam setengah 11 dijemput kepolisian dari Kantor Desa Tegaltirto untuk mendampingi penggeledahan di rumah terduga [teroris],” kata dia saat diminta konfirmasi Harian Jogja melalui sambungan telepon, Rabu (18/12).
Bambang menjadi saksi penggeledahan. Berdasarkan penglihatannya saat proses penggeledahan itu, ia melihat polisi tidak menemukan adanya barang membahayakan di rumah terduga teroris.
“Penangkapan di luar wilayah kami, beliau memiliki lima anak, tetapi satu anak sudah menikah lalu berpisah rumah,” katanya.
Bambang menambahkan MZ memang termasuk guru ngaji, karena setiap Jumat Pon memiliki jadwal rutin sebagai penceramah Salat Jumat di Masjid Al-Huda Kadisono. Berdasarkan pengamatannya selama ini, dalam memberikan ceramah tidak ada materi atau ajaran menyimpang yang disampaikan. Ia dikenal aktit mengikuti kegiatan sosial, bahkan setiap hari Minggu mengikuti gowes bersama warga lainnya.
“Yang jelas [terduga] itu pergaulan wajar, sama dengan masyarakat yang lain, setiap Minggu sama bapak-bapak warga RT satu grup itu sering gowes bareng, pokoknya tidak ada aktivitas mencurigakan,” katanya.
Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar yang baru melakukan sertijab pada Rabu (18/12/2019) mengaku belum mengetahui penangkapan terduga teroris di Berbah. “Belum, saya belum [tahu], baru datang,” katanya saat memberikan keterangan pers seusai bertemu dengan Gubernur DIY di Kompleks Kepatihan.
Berbeda dengan Asep, Mantan Kapolda DIY yang kini menduduki jabatan Asisten Logistik Kapolri Irjen Pol. Ahmad Dhofiri memberikan sinyal adanya penangkapan terduga teroris. Namun ia meminta agar media menanyakan pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY.
“Nanti melalui Dirkrimum [Direktur Reserse Kriminal Umum], secara teknis silakan, karena yang koordinasi dengan Densus [88] Dirkrimum, Saya baru baru datang semalam, silakan nanti,” ujarnya saat menyambung pernyataan Asep Suhendar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenali gejala awal Ebola varian Bundibugyo yang kini menjadi perhatian dunia. Dosen FKIK UMY menjelaskan gejala, kelompok berisiko, hingga langkah pencegahan.
Mahkamah Agung Korea Selatan vonis 7 tahun penjara Yoon Suk-yeol atas kasus halangi penangkapan dan darurat militer.
Prancis lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 usai kalahkan Maroko 2-0. Mbappe dan Dembele jadi penentu kemenangan Les Bleus.
Rangkuman 10 berita terbaru Jogja hari ini, mulai Geopark Night Specta 8.0, kasus daycare, lowongan kerja Sleman hingga kebijakan B50 Prabowo.
Jadwal SIM keliling Jogja Juli 2026 lengkap. Layanan pagi hingga malam di Alun-Alun Kidul dan MPP, cek syarat dan biaya perpanjangan SIM.
Bus KSPN Jogja 2026 hadirkan akses murah ke pantai selatan mulai Rp12.000. Cek jadwal Malioboro ke Parangtritis, Drini, dan Obelix Sea View.