Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Jusuf Kalla (JK). /Suara.com
Harianjogja.com, JOGJA--Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai berjasa terhadap sosial kemasyarakatan sehingga diganjar anugerah Hamengku Buwono IX Award 2019.
Universitas Gadjah Mada memberi anugerah Hamengku Buwono IX Award 2019 kepada mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara puncak peringatan Dies Natalis ke-70 UGM di Grha Sabha Pramana, Yogyakarta Kamis (19/12/2019).
Berdasarkan kutipan Keputusan Rektor UGM Nomor 2918/UN1.P/KPT/HUKOR/2019, Jusuf Kalla dinilai berjasa besar dalam bidang sosial kemasyarakatan dengan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas berpikir dan kesejahteraan masyarakat serta berperan aktif bagi kemajuan, kemakmuran dan perdamaian umat manusia.
"Saya sampaikan terima kasih kepada civitas akademika UGM atas penghargaan Hamengku Buwono IX kepada saya. Tentu ini suatu penghargaan sangat tinggi," kata Jusuf Kalla seusai menerima anugerah itu.
Ia mengatakan Hamengku Buwono IX merupakan tokoh besar yang telah berjuang untuk kemerdekaan dan mempertahankan bangsa Indonesia. Demikian juga Gadjah Mada, yang dalam sejarahnya selalu berusaha mempersatukan Nusantara.
"Saya berusaha untuk selalu meningkatkan upaya pengabdian untuk kemajuan bangsa. Tentu tidak mudah untuk mendekati seperti Sri Sultan HB IX, tapi tentu kita semua punya cara masing-masing," kata dia.
Menurut dia selama ini ia telah berusaha sekuat tenaga berperan sebagai pejabat negara atau pejabat pemerintah untuk melaksanakan tugas bagi kepentingan bangsa. "Bahwa hal tersebut mendapatkan penghargaan dari UGM tentu ini adalah sebuah kebanggaan bagi saya dan keluarga," katanya.
Sementara itu, Rektor UGM Panut Mulyono menjelaskan penganugerahan Hamengku Buwono IX Award 2019 diberikan kepada Jusuf Kalla melalui pertimbangan yang matang.
Jusuf Kalla, katanya, pantas mendapatkan penghargaan itu karena jasa dan perjuangannya untuk bangsa memiliki kemiripan dengan kiprah Hamengku Buwono IX.
"Kita mengetahui bersama sejak beliau dulu sebagai menteri, kemudian sebelum menjadi menteri, wakil presiden dua kali, dan sekarang pun setelah Pak JK selesai menjabat sebagai wakil presiden terus bergerak dengan kiprah yang luar biasa di bidang kemanusiaan," katanya.
Selain itu, menurut Panut, Jusuf Kalla juga selama ini dikenal mampu mengurai setiap konflik serta memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini.
"Kita sangat mengenal Pak JK itu juru damai. Konflik di mana-mana, Pak JK sebagai ujung tombak dalam menengahi konflik itu," kata dia.
Selain memberikan Hamengku Buwono IX Award 2019, dalam puncak peringatan Dies Natalis ke-70, UGM juga memberikan UGM Award 2019 kepada Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, serta Guru Besar UGM Prof. Murdijati Gardjito atas jasa-jasanya dalam bidang kebudayaan, kebangsaan, kenegaraan, serta kemanusiaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.