Sri Sultan: Ketenangan Jogja Dimanfaatkan Jadi Tempat Persembunyian Teroris

Sri Sultan HB X - Harian Jogja/Desi Suryanto
19 Desember 2019 16:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X menilai Jogja yang tenang menjadi tempat persembunyian terduga teroris. Dia meminta kepada masyarakat agar meningkatkan kepedulian dalam menjaga keamanan lingkungan.

HB X menilai penangkapan terduga teroris di beberapa lokasi di DIY, menunjukkan adanya api dalam sekam. Jogja yang selama ini tenang justru menjadi tempat persembunyian.

“Kalau [menurut] saya dengan pengalaman [penangkapan terduga] ini Jogja yang tenang itu ada sekam, api dalam sekam, karena merasa aman [teroris] ya bersembunyi di tempat aman itu. karena merasa aman itu mungkin masyarakat lengah,” katanya di Kepatihan, Kamis (19/12/2019).

Sultan meminta masyarakat meningatkan kepeduliannya terhadap keamanan. apalagi saat ini jarang sekali ditemukan warga yang melaporan ke petugas pedukuhan jika ada tamu.

“Karena masyarakat sudah sering masa bodoh. Masyarakat suruh lapor Pak Lurah atau Pak Dukuh, ‘saya punya tamu,’ Itu wegah [tidak mau], ya dulu mesti lapor, saiki wis rekasa,” ucapnya.

Sultan mengatakan Jogoboyo diperlukan dalam situasi seperti ini. Dalam struktur perangkat desa di Jawa pada zaman dahulu, Jogoboyo bertugas menjafa keamanan dan ketertiban desa.

“Makanya Jogoboyo fungsinya di situ, tetapi kami belum sampai memberikan kelengkapan dan pelatihan, yang penting terkonsolidasi dulu, semoga saja hal seperti ini bisa kita deteksi lebih awal,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat perlu mewaspada kemungkinan penghuni indekos baru yang bukan mahasiswa. Sultan meminta masyarakat agar tidak acuh terhadap persoalan tersebut.

“Yang penting masyarakat tidak masa bodoh saja kalau ada penghuni baru yang tertutup,” katanya.