Terduga Teroris Berbah Suka Gowes, Rutin Ceramah Salat Jumat

Ilustrasi tim Detasemen Khusus 88 Antiteror - Antara
18 Desember 2019 20:47 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah rumah terduga teroris MZ, 58, di RT08/RW13 Kadisono, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Rabu (18/12/2019). MZ diringkus Rabu pagi di jalan depan Markas Paskhas TNI AU, Maredan, Sendangtirto, Berbah, Sleman. MZ dikenal sebagai warga yang baik, aktif mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan, suka gowes, dan tidak ada perilaku aneh.

Kepala Dusun Kadisono, Tegaltirto, Bambang Wahyu mengatakan MZ sudah sekitar 25 tahun tinggal di Kadisono sesuai dengan alamat Kartu keluarga (KK) dan KTP. Sependek pengetahuannya, MZ sehari-hari mencari nafkah dengan menjahit di rumahnya.

“Selama ini dia [MZ] bergaul dengan masyarakat baik-baik saja, saya kaget tiba-tiba tadi sekitar jam setengah 11 dijemput kepolisian dari Kantor Desa Tegaltirto untuk mendampingi penggeledahan di rumah terduga [teroris],” kata dia saat diminta konfirmasi Harian Jogja melalui sambungan telepon, Rabu (18/12).

Bambang menjadi saksi penggeledahan. Berdasarkan penglihatannya saat proses penggeledahan itu, ia melihat polisi tidak menemukan adanya barang membahayakan di rumah terduga teroris.

“Penangkapan di luar wilayah kami, beliau memiliki lima anak, tetapi satu anak sudah menikah lalu berpisah rumah,” katanya.

Bambang menambahkan MZ memang termasuk guru ngaji, karena setiap Jumat Pon memiliki jadwal rutin sebagai penceramah Salat Jumat di Masjid Al-Huda Kadisono. Berdasarkan pengamatannya selama ini, dalam memberikan ceramah tidak ada materi atau ajaran menyimpang yang disampaikan. Ia dikenal aktit mengikuti kegiatan sosial, bahkan setiap hari Minggu mengikuti gowes bersama warga lainnya.

“Yang jelas [terduga] itu pergaulan wajar, sama dengan masyarakat yang lain, setiap Minggu sama bapak-bapak warga RT satu grup itu sering gowes bareng, pokoknya tidak ada aktivitas mencurigakan,” katanya.

Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar yang baru melakukan sertijab pada Rabu (18/12/2019) mengaku belum mengetahui penangkapan terduga teroris di Berbah. “Belum, saya belum [tahu], baru datang,” katanya saat memberikan keterangan pers seusai bertemu dengan Gubernur DIY di Kompleks Kepatihan.

Berbeda dengan Asep, Mantan Kapolda DIY yang kini menduduki jabatan Asisten Logistik Kapolri Irjen Pol. Ahmad Dhofiri memberikan sinyal adanya penangkapan terduga teroris. Namun ia meminta agar media menanyakan pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY.

“Nanti melalui Dirkrimum [Direktur Reserse Kriminal Umum], secara teknis silakan, karena yang koordinasi dengan Densus [88] Dirkrimum, Saya baru baru datang semalam, silakan nanti,” ujarnya saat menyambung pernyataan Asep Suhendar.