Advertisement
Budidaya Maggot Tegalrejo, Solusi Sampah Organik
Warga Tegalrejo mengikuti pelatihan pengolahan sampah menggunakan maggot di Pendopo Abdi Praja Kemantren Tegalrejo, Rabu (11/2/2026). - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Tegalrejo mendorong pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot sebagai solusi konkret mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus membuka peluang usaha bagi warga. Program budidaya maggot Tegalrejo ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan.
Mantri Pamong Praja Kemantren Tegalrejo, Antariksa Agus, menyampaikan selama ini sebagian besar sampah organik masih berakhir di TPA sehingga menambah beban pengelolaan sampah di Kota Jogja. Melalui budidaya maggot, sampah organik diharapkan dapat diolah langsung di tingkat rumah tangga dan komunitas.
Advertisement
Menurutnya, warga Tegalrejo menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Bahkan, sejumlah warga telah membentuk kelompok budidaya maggot guna mempermudah proses pengelolaan secara mandiri dan berkelanjutan. Ia menegaskan, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus dimulai dari rumah tangga dan komunitas,” katanya, Kamis (12/2/2026).
BACA JUGA
Untuk memperkuat gerakan tersebut, Kemantren Tegalrejo menggelar pelatihan budidaya maggot di tingkat kemantren. Dalam pelatihan itu, warga mendapatkan materi tentang pembentukan kelompok budidaya, mulai dari penentuan pengelola dari warga setempat, penyusunan struktur kepengurusan, hingga pembagian tugas masing-masing anggota.
Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai persiapan sarana dan prasarana budidaya, seperti penyediaan tempat budidaya maggot, peralatan pendukung, serta bahan yang dibutuhkan dalam proses pengolahan sampah organik menjadi maggot.
Antariksa menilai budidaya maggot berpotensi menjadi solusi pengelolaan sampah organik sekaligus peluang usaha baru bagi masyarakat. Produk yang dihasilkan dari budidaya tersebut antara lain telur maggot, maggot segar dan kering, tepung maggot, hingga pelet maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun ikan.
Melalui pengembangan budidaya maggot Tegalrejo ini, ia berharap pengelolaan sampah organik di Kota Jogja semakin efektif sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga yang terlibat dalam pengolahannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles Ditutup Sementara
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
Advertisement
Advertisement







