Bantul Tambah 484 Lampu Jalan Baru, Prioritaskan Titik Rawan
Pemkab Bantul memasang 484 LPJU baru senilai Rp5,3 miliar di 17 kapanewon mulai Juli 2026. Prioritas diberikan pada ruas jalan rawan kecelakaan.
Petugas tengah memilah dan membakar sampah di TPS Gotong Royong Kalurahan Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Kamis (26/3). DLH Bantul menyebut terjadi kenaikan sampah sebanyak delapan persen selama libur Lebaran.
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul mencatat adanya kenaikan produksi sampah sebesar delapan persen selama masa libur Lebaran 2026.
Lonjakan volume limbah rumah tangga dan kawasan wisata ini dinilai masih terkendali dan sesuai dengan proyeksi awal yang telah disiapkan oleh otoritas setempat sebelum masa mudik Idulfitri berlangsung.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengungkapkan bahwa meskipun terdapat peningkatan aktivitas, petugas di lapangan mampu melakukan penanganan secara optimal. Ia menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya penumpukan sampah yang signifikan, terutama di titik-titik vital seperti kawasan destinasi wisata unggulan di Bumi Projotamansari.
“Sampah selama libur Lebaran itu hanya 8% naiknya sesuai prediksi kami. Di hari normal Bantul itu produksi sampahnya hanya 95 ton per hari,” terang Bambang saat dikonfirmasi pada Kamis (26/3/2026).
Menurut Bambang, keberhasilan dalam menjaga kebersihan wilayah ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat serta wisatawan dalam mengelola sampah secara mandiri. Fenomena tumpukan sampah liar di pinggir jalan yang biasanya terjadi saat musim liburan, kali ini tidak terlihat berkat kepatuhan warga untuk membuang sampah pada tempatnya.
“Ada keberhasilan edukasi juga dari kami. Semua kan nasional juga masalah sampah nih, sehingga gencar juga ke media untuk bagaimana mengurangi,” imbuhnya mengenai kampanye pengurangan sampah yang masif dilakukan melalui berbagai kanal media.
Berdasarkan data pantauan, lonjakan volume sampah paling tinggi terjadi pada H+2 Lebaran atau bertepatan dengan momen akhir pekan lalu.
Hal ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat yang mulai memadati objek wisata serta melakukan agenda silaturahmi ke rumah kerabat. Meskipun mengalami kenaikan, Bambang memastikan seluruh Depo dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Bantul masih memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung beban tambahan tersebut.
“Semuanya masih aman terkendali, baik di tempat wisata dan yang lain. Tidak membuat TPS dan depo sampah kami kelebihan kapasitas,” pungkas Bambang. Sinergi antara edukasi publik dan kesiapan sarana prasarana penunjang menjadi kunci utama Bantul tetap bersih di tengah jutaan kunjungan wisatawan pada musim lebaran tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memasang 484 LPJU baru senilai Rp5,3 miliar di 17 kapanewon mulai Juli 2026. Prioritas diberikan pada ruas jalan rawan kecelakaan.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Jumat 3 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
DPRD DIY menilai pelaksanaan RTRW DIY 2023-2043 belum optimal. Pansus menemukan kesenjangan antara rencana tata ruang dan pembangunan.
Seorang satpam ditemukan meninggal di pos jaga perumahan di Kasihan, Bantul. Polisi menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 3 Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, Drive Thru, SIM MAMI, dan syarat perpanjangan SIM.
Evaluasi Kemendikdasmen menunjukkan 98 persen siswa lebih memahami materi berkat Papan Interaktif Digital dalam pembelajaran.