Advertisement

Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen

Stefani Yulindriani Ria S. R
Rabu, 25 Maret 2026 - 17:37 WIB
Sunartono
Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen Foto ilustrasi resik/resik atau kerja bakti membersihkan sampah. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja melaporkan kondisi kebersihan kota yang tetap terjaga meski terjadi peningkatan aktivitas publik. Berdasarkan data terbaru, kenaikan volume sampah selama masa libur Lebaran 2026 tercatat terkendali dan tidak memicu penumpukan di depo-depo sampah.

Kepala DLH Kota Jogja, Rajwan Taufik, menyampaikan bahwa volume sampah pada periode H-1 hingga H+1 Lebaran cenderung stabil. Lonjakan baru mulai terlihat pada H+2 seiring meningkatnya aktivitas wisatawan dan operasional rumah makan di jantung Kota Gudeg.

Advertisement

“Mulai hari Minggu ada tambahan sekitar 7% atau rata-rata 20 ton per hari. Ini dipicu aktivitas rumah tangga dan tempat makan yang kembali ramai,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Dengan tambahan tersebut, total produksi sampah harian di Kota Jogja mencapai kisaran 300 hingga 320 ton. Guna mengantisipasi antrean di depo, DLH mengoptimalkan sistem titik kumpul di tingkat kelurahan yang langsung terhubung dengan pihak ketiga atau off-taker.

“Sampah tidak masuk ke depo, tapi langsung diambil off-taker. Jadi operasional tetap aman dan tidak ada penumpukan di pinggir jalan,” jelas Rajwan menekankan efektivitas distribusi sampah di tengah arus balik Lebaran 2026.

Selain sistem pengangkutan yang cepat, keberhasilan pengendalian sampah tahun ini didorong oleh masifnya pengolahan sampah organik secara mandiri. Pemanfaatan limbah sisa makanan sebagai pakan ternak dan budidaya maggot kini menjadi tren yang produktif di masyarakat.

“Pengusaha maggot sekarang sudah mulai banyak, begitu juga pembelinya. Jadi rantai pengelolaan sampah organik ini berjalan dengan baik,” katanya.

Rajwan menambahkan bahwa secara keseluruhan, volume sampah Idulfitri tahun ini justru lebih rendah dibandingkan periode tahun sebelumnya. Hal ini menjadi sinyal positif meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya, bahkan di tengah kepadatan aktivitas arus balik Lebaran 2026.

Kerja sama antara warga, pengusaha maggot, dan petugas kebersihan memastikan wajah Kota Jogja tetap asri bagi wisatawan maupun pemudik yang tengah melintas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Tiket Tak Hangus, KCIC Beri Layanan Reschedule Gratis Penumpang Whoosh

Tiket Tak Hangus, KCIC Beri Layanan Reschedule Gratis Penumpang Whoosh

News
| Rabu, 25 Maret 2026, 18:27 WIB

Advertisement

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Wisata
| Minggu, 22 Maret 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement