Gempa Dangkal M3,5 Guncang Bantul, Belum Ada Laporan Kerusakan
Gempa M3,5 mengguncang Bantul dan sekitarnya. BMKG menyebut gempa dangkal dipicu aktivitas Sesar Opak dan tak berpotensi tsunami.
Sapi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul memperketat pengawasan lalu lintas ternak untuk mencegah lonjakan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Lebaran dan Iduladha.
Langkah ini dilakukan menyusul masih ditemukannya kasus PMK di sejumlah wilayah. Mobilitas ternak yang meningkat pada momen hari besar keagamaan dinilai berpotensi memicu penularan jika tidak diawasi secara ketat.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul, Novriyeni, menyebut hingga kini tercatat 24 kasus PMK. Dua ekor ternak dilaporkan mati dan seluruhnya terjadi di Kalurahan Seloharjo, Pundong.
“Upaya utama dari kami tetap vaksinasi rutin setiap tahun. Target tahap pertama 6.000 dosis, dan realisasinya sudah sekitar 75 persen untuk periode Januari hingga Maret,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Tahap kedua vaksinasi dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga September. Menurutnya, vaksinasi rutin membentuk kekebalan ternak sehingga jika terpapar virus, daya tahan tubuhnya lebih kuat dan risiko kematian dapat ditekan.
Ia menambahkan, dibanding fenomena PMK pada 2022, jumlah kasus tahun ini relatif lebih rendah. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena pola kemunculan kasus kerap terjadi pada awal tahun.
“Upaya lain dari kami adalah pengetatan pengawasan di pintu masuk ternak, terutama di Pasar Hewan Imogiri. Petugas melakukan pemeriksaan dokumen, penyemprotan disinfektan, serta pengendalian ketat keluar-masuk hewan,” jelasnya.
Untuk ternak dari luar daerah, khususnya luar provinsi, tetap diperbolehkan masuk dengan syarat dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Dokumen tersebut memuat hasil uji kesehatan, termasuk PMK, antraks, dan penyakit lain sesuai daerah asal.
“Dokumen lengkap saja tidak cukup, di lapangan tetap kami cek kembali saat ternak tiba di lokasi,” katanya.
Lurah Seloharjo, Mahardi Badrun, mengatakan pengawasan di tingkat kalurahan juga diperketat. Pada 2022 lalu, Seloharjo menjadi salah satu wilayah dengan kasus cukup tinggi, mencatat 11 ternak mati dan puluhan lainnya terpapar.
“Tahun ini sudah ada dua ternak yang mati. Kami ajak peternak proaktif mengikuti vaksinasi dan hari ini sudah dilakukan di Padukuhan Pentung,” ujarnya.
Seloharjo merupakan salah satu sentra ternak sapi di Bantul. Di Padukuhan Pentung tercatat lebih dari 100 ekor sapi, dengan rata-rata satu peternak memelihara tiga hingga empat ekor.
“Masyarakat kami minta tetap waspada dan jangan panik. Dengan vaksinasi yang gencar kami harapkan kasus PMK bisa dikendalikan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M3,5 mengguncang Bantul dan sekitarnya. BMKG menyebut gempa dangkal dipicu aktivitas Sesar Opak dan tak berpotensi tsunami.
Harga BBM 25 Agustus 2026 masih mengalami perubahan. Simak daftar harga Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo terbaru per liter.
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Harga emas Antam naik Rp18.000 menjadi Rp2.768.000 per gram. Simak harga lengkap 0,5 gram hingga 1.000 gram dan ketentuan pajaknya.
Manchester City dikabarkan sepakat merekrut Allan Elias dari Palmeiras dengan nilai 40 juta euro atau sekitar Rp828 miliar.
Kemenhut menjatuhkan sanksi kepada enam perusahaan setelah karhutla membakar 1.511,55 hektare areal kelolaan di Kalimantan.