Event Jogja Mei: TBY Gelar Tari Kontemporer Lintas Generasi
TBY menggelar Ekspresi Seni Kontemporer Lintas Generasi di Jogja dengan menghadirkan tiga koreografer dari generasi berbeda.
Potret pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman dari atas./Istimewa -- PT Adhi Karya
Harianjogja.com, KULONPROGO—Progres pembebasan lahan Tol Jogja YIA di Kulonprogo hingga akhir 2025 baru menyentuh 386 bidang dari total 1.125 bidang terdampak. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulon Progo menyebut masih ada ratusan bidang yang menunggu proses administrasi dan pencairan ganti kerugian.
Dalam waktu dekat, sebanyak delapan bidang tanah di Padukuhan Ploso, Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo, direncanakan masuk tahap pembayaran. Namun, tahapan tersebut masih menunggu kelengkapan dokumen serta jadwal pencairan anggaran.
Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Kulonprogo, Eko Herry Supriyanto, menjelaskan pihaknya kini bersiap menuntaskan proses administrasi untuk tambahan delapan bidang tersebut.
“Yang delapan bidang itu masih berproses. Secara umum kami masih menunggu informasi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait pencairan dananya,” kata Eko, Kamis (12/2).
Ia menerangkan, berkas bidang tanah yang telah melalui tahapan inventarisasi, musyawarah penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), hingga musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian sudah divalidasi dan diserahkan kepada PPK. Setelah itu, proses pencairan anggaran menjadi kewenangan PPK bersama Badan Pengelola Keuangan (BPK).
Menurut Eko, ada kemungkinan penerapan skala prioritas dalam pembayaran, terutama pada ruas yang konstruksinya telah siap dan lahannya sudah bebas.
"Kemungkinan ada skala prioritas, misalnya untuk mengejar konstruksi di ruas yang lahannya sudah bebas. Kami di pengadaan tanah sifatnya menunggu penjadwalan pembayaran. Kalau target kami tahun ini semuanya dibebaskan, karena kan fungsional total itu di 2028,” ujarnya.
Sementara itu, perkembangan pembebasan lahan Tol Jogja YIA di wilayah Bantul juga terus berjalan. Kepala BPN Bantul, Tri Harnanto, menyampaikan terdapat 853 bidang tanah terdampak yang tersebar di lima padukuhan dan dua kalurahan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 613 bidang dengan luas total 218.184 meter persegi telah dibayarkan ganti kerugiannya.
"Rinciannya, di Kalurahan Argosari sebanyak 159 dari 202 bidang telah dilakukan pembayaran. Sedangkan di Kalurahan Argomulyo, 454 dari total 651 bidang sudah dibebaskan," ujarnya.
Tri menambahkan, progres pembebasan lahan di Bantul relatif sama seperti saat pembayaran terakhir dilakukan pada Januari lalu. Meski demikian, penyelesaian keseluruhan masih bergantung pada tahapan administrasi dan pembayaran terhadap sisa bidang yang belum tuntas, seiring percepatan pembangunan Tol Jogja YIA yang ditargetkan dapat berfungsi penuh pada 2028.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TBY menggelar Ekspresi Seni Kontemporer Lintas Generasi di Jogja dengan menghadirkan tiga koreografer dari generasi berbeda.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.