Kota Jogja Bekali Orang Tua Hadapi Tantangan Pengasuhan
Kelurahan Demangan menggelar sarasehan parenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan mencegah kenakalan remaja serta penyalahgunaan narkoba.
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Jogja menunjukkan progres lebih cepat dari target. Hingga pertengahan Juli 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mencatat capaian pendataan telah mencapai 46 persen, melampaui target waktu yang seharusnya berada di angka 40 persen. Untuk memperluas partisipasi masyarakat, BPS juga menyediakan layanan Computer Assisted Personal Interview (CAPI) yang memungkinkan responden mengisi data secara mandiri.
Kepala BPS Kota Jogja, Joko Prayitno, mengatakan layanan CAPI disiapkan bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti wawancara langsung dengan petugas sensus karena kesibukan maupun alasan lain.
"Kalau masyarakat merasa sungkan diwawancarai atau sibuk karena bekerja sehingga tidak bisa ditemui petugas, sekarang bisa mengisi secara mandiri melalui Capi. Petugas akan mengirimkan tautan melalui email responden, kemudian masyarakat bisa mengisi sendiri," ujarnya pada Selasa (14/7/2026).
Pengisian Mandiri Tetap Menjaga Kualitas Data
Joko menjelaskan fasilitas CAPI tetap dapat dimanfaatkan meski petugas telah melakukan kunjungan langsung dari rumah ke rumah.
Menurutnya, opsi pengisian mandiri diberikan agar proses pendataan dalam Sensus Ekonomi 2026 tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas informasi yang dihimpun.
BPS Kota Jogja juga mengedepankan pendekatan persuasif dalam setiap proses pendataan. Dengan cara tersebut, jawaban yang diberikan responden diharapkan lebih akurat karena disampaikan secara sukarela.
"Bagi kami yang penting masyarakat memahami tujuan sensus. Kalau responden merasa terpaksa, jawaban yang diberikan bisa menjadi bias," katanya.
Seluruh Pelaku Usaha Diminta Berpartisipasi
BPS Kota Jogja mengimbau seluruh pelaku usaha, termasuk usaha mikro dan usaha rumahan, agar bersedia mengikuti pendataan.
Setiap unit usaha nantinya akan diklasifikasikan berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sehingga dapat menjadi dasar penyusunan statistik ekonomi daerah.
"Kalau usaha tidak didata, nanti seolah-olah usaha itu tidak ada. Padahal data tersebut penting agar pemerintah mengetahui kondisi riil perekonomian Kota Jogja," ujarnya.
Pendataan Dilakukan 342 Enumerator
Joko optimistis target penyelesaian Sensus Ekonomi 2026 dapat tercapai sesuai jadwal, yakni 100 persen pada akhir Agustus 2026.
Saat ini, proses pencacahan dilakukan oleh 342 enumerator yang bertugas di 2.067 sub-Satuan Lingkungan Setempat (SLS) di seluruh wilayah Kota Jogja.
"Dari sisi waktu kita baru berjalan sekitar satu bulan atau 40% dari keseluruhan jadwal. Namun dari sisi pendataan sudah mencapai 46%. Artinya progres masih on the track, bahkan sedikit lebih cepat dari target," katanya.
Belum Ada Penolakan Selama Sensus Ekonomi
Meski progres pendataan berjalan baik, seluruh hasil sensus tetap melalui tahapan pemeriksaan oleh pengawas untuk memastikan data yang masuk sudah lengkap dan benar.
Apabila ditemukan kekeliruan atau data yang belum sesuai, petugas akan kembali melakukan verifikasi di lapangan.
Selama pelaksanaan sensus, BPS Kota Jogja belum menerima laporan adanya penolakan dari masyarakat. Kendala yang lebih sering ditemui petugas adalah rumah yang kosong karena penghuni bekerja serta cuaca panas saat pendataan berlangsung.
"Alhamdulillah sampai saat ini belum ada informasi penolakan di Kota Jogja. Masyarakat cukup responsif menerima petugas sensus sehingga kami mengucapkan terima kasih atas partisipasinya," katanya.
Joko menambahkan, data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan, mulai dari pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, program pengentasan kemiskinan, hingga penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pendataan agar data ekonomi Kota Jogja semakin akurat.
"Kalau masyarakat tidak mau didata, bagaimana datanya bisa diperbaiki? Justru sensus dilakukan agar data menjadi semakin akurat sehingga kebijakan yang diambil pemerintah juga semakin tepat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Demangan menggelar sarasehan parenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan mencegah kenakalan remaja serta penyalahgunaan narkoba.
BMKG prakirakan cuaca DIY Rabu 15 Juli 2026: berawan merata di 5 kabupaten/kota. Suhu 20-31°C, kelembapan 47-96%. Waspada perubahan cuaca mendadak.
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
BPS Kota Jogja mencatat Sensus Ekonomi 2026 mencapai 46%. Responden kini dapat mengisi data mandiri melalui layanan CAPI.
Dokter jantung menjelaskan waktu terbaik minum kopi agar tidak mengganggu tidur dan irama jantung serta tips konsumsi yang lebih sehat.
SDN Kintelan 2 Jogja menerima enam siswa baru pada 2026/2027. Sekolah menyebut minimnya lulusan TK dan lokasi menjadi penyebab utama.