Beri Kuliah di Jogja, Ini Pesan Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat memberikan kuliah kebangsaan di Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) pada Kamis (10/10/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
10 Oktober 2019 21:37 WIB Rahmat Jiwandono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Indonesia dinilai perlu menerapkan dua model pendidikan yaitu liberal education dan pendidikan berbasis keterampilan. Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam kuliah kebangsaan di Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa), Kamis (10/10/2019) pagi.

Jusuf Kalla menyampaikan dua sistem pendidikan tersebut perlu diterapkan agar kualitas pendidikan di Indonesia meningkat. Ia menyebut liberal education adalah pendidikan yang mengajarkan kebebasan berpikir, model ini dianut di Amerika Serikat. Tujuannya agar mahasiswa berpikir lebih cerdas. Di sana model pendidikan ini banyak melahirkan inovasi karena pendidikan mengajarkan filosofi dan kemampuan berpikir.

Sedangkan pendidikan berbasis keterampilan dianut di Jerman, Prancis, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang yang mengasah kemampuan untuk membuat sesuatu. "Dua jalur pendidikan itu harus berjalan bersamaan," kata Jusuf Kalla.

Ia mengatakan negara yang tidak mempunyai sumber daya alam seperti Jepang bisa maju. Jepang maju sebab sumber daya manusia (SDM) terdidik dengan benar. Sementara Indonesia yang dianugerahi kekayaan alam belum mempunyai nilai tambah dari pemanfaatan teknologi.

"Lahan luas tapi kalau pemanfaatan teknologinya rendah ya sama saja," kata dia.

Teknologi kata dia berasal dari penelitian serta pendidikan. Universitas memiliki tiga fungsi guna mewujudkan pemanfaatan teknologi yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian dan pengembangan yang dilakukan universitas harus bisa diimplementasikan pada kehidupan nyata.

Adapun peran pemerintah menurutnya mendidik keterampilan serta mengukuhkan penciptaan sesuatu. "Kami ingin menuju ke arah sana sama dengan negara-negara yang dapat menghasilkan sesuatu. Jika dua jalur pendidikan itu diterapkan maka hasilnya bisa dilihat dalam 10 tahun yang akan datang," tegasnya.

Jusuf Kalla menyebut terdapat 110 universitas di Jogja. Sekitar 10% dari penduduk Jogja ialah mahasiswa. Potensi ini diharapkan bisa menghasilkan inovasi. "Jumlahnya kurang lebih 40.000 ribu mahasiswa dari seluruh Indonesia," katanya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan Muhammadiyah berupaya mencerdaskan bangsa melalui badan amal usahanya. Untuk memajukan bangsa butuh semangat budaya, semangat untuk maju, dan semangat belajar.

"Tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia," kata Haedar Nashir.