SHDK Kartu Keluarga Jadi Sumber Kendala SPMB 2026 di Bantul
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Ilustrasi siswa SMP - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGpt
Harianjogja.com, BANTUL–Sejumlah SMP negeri di Kabupaten Bantul tercatat mengalami kekurangan murid dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.
Meski sebagian besar SMP negeri di Bantul memenuhi kuota rombongan belajar (rombel), namun beberapa sekolah masih belum mencapai jumlah minimal. Seperti yang terdata di SMP Negeri 2 Kretek dan SMP Negeri 2 Sanden.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Bantul, Titik Sunarti mengungkapkan proses SPMB SMP kini telah memasuki tahap daftar ulang. “Memang ada sekolah yang kuotanya belum terpenuhi, tapi hanya segelintir. SMPN 2 Kretek kekurangan 5 murid, dan SMPN 2 Sanden kekurangan 22 murid,” ujar Titik, Jumat (4/7/2025).
Ia menambahkan, pihaknya tengah melakukan analisis dan survei lapangan untuk mengevaluasi penyebab kekurangan tersebut, termasuk kemungkinan adanya persoalan zonasi.
Kepala SMPN 2 Kretek, Setyo Mawarto menilai pembagian wilayah zonasi menjadi faktor utama turunnya jumlah pendaftar tahun ini. “Kami berada di wilayah selatan sendiri, jadi cukup jauh dari kelurahan di utara sungai. Mungkin itu yang bikin murid enggan mendaftar ke sini,” ujarnya.
Setyo mengakui, kekurangan siswa ini baru terjadi tahun ini. “Sebelumnya tidak pernah kekurangan. Kuota tahun ini sama seperti sebelumnya, 128 murid. Namun baru tahun ini kami kekurangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, meski jumlah siswa baru kurang, kondisi itu tidak terlalu mengganggu proses pembelajaran. Saat ini, pihak sekolah masih menunggu kemungkinan masuknya murid pindahan di tengah tahun ajaran. “Biasanya ada tambahan karena kami punya kelas khusus olahraga (KKO), jadi banyak yang tertarik pindah ke sini,” jelasnya.
Menurutnya, seluruh jalur penerimaan, baik zonasi, prestasi, maupun afirmasi, sebenarnya telah terisi. Namun jumlah lulusan SD di wilayah sekitar dinilai sudah menurun, sementara jumlah SMP N hanya dua tetapi di wilayah tersebut keberadaan SMP swasta juga cukup banyak.
“Di wilayah selatan itu hanya ada empat SD dan jumlah lulusannya pun tidak sampai 100 anak,” ungkap Setyo.
Sementara, kegiatan belajar mengajar di SMPN 2 Kretek dijadwalkan mulai 14 Juli 2025 dengan empat rombongan belajar (rombel) untuk siswa kelas VII. Pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan Disdikpora Bantul untuk mengevaluasi sistem zonasi dan mempertimbangkan pemetaan ulang wilayah agar distribusi murid lebih merata di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,3 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY. BMKG memastikan gempa akibat subduksi ini tidak berpotensi tsunami.
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,6 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY serta Jawa Tengah. Simak daftar wilayah yang merasakan getaran berdasarkan data BMKG.
Mesir lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026 usai imbang 1-1 lawan Iran. Gol Iran dianulir VAR di injury time.