Cuaca DIY Hari Ini 3 Juli 2026 Cerah, Suhu Jogja Capai 31 Derajat
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini, Jumat 3 Juli 2026, cerah di seluruh wilayah. Suhu Kota Jogja mencapai 31 derajat Celsius.
Salah satu pohon natal dari barang bekas atau sampah plastik di Gereja St. Albertus Agung Jetis Jogja, Selasa (24/12/2019) malam. /Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA— Paroki St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta membuat pohon Natal menggunakan bahan dari barang bekas. Pemanfaatan barang bekas itu dilakukan sebagai salah satu mengurangi sampah plastik, sehingga didaur ulang melalui berbagai macam pemanfaatan. Semangat membuat pohon Natal dari sampah plastik ini bahkan dikompetisikan di setiap lingkungan kelompok Gereja tersebut.
Panitia Natal dan Tahun Baru Paroki St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta Gantang Prasetyo menjelaskan dalam Natal 2019 ini pihaknya memberdayakan umat untuk mengadakan kompetisi yang diikuti setiap kelompok lingkungan Gereja dengan membuat pohon natal dari barang bekas seperti plastik dan kertas. Adapun jumlah lingkungan yang berada di bawah Paroki St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta sebanyak 20 kelompok. Mereka membuat pohon natal dari barang bekas untuk kemudian dibawa ke Gereja St. Albertus Agung sebagai hiasan.
“Ini dikerjakan di masing-masing lingkungan, kebetulan untuk Paroki sini membawahi 20 lingkungan itu membuat karya pohon natal dari barang bekas. Setiap kelompok kemudian membawa ke gereja,” katanya, Selasa (24/12/2019).
Ia mengatakan, pemanfaatan barang bekas untuk pohon natal itu motivasinya untuk mengurangi limbah plastik. Sehingga barang bekas diharapkan dapat dimanfaatkan dan tidak dibuang begitu saja. Karena faktanya barang bekas memberikan nilai dan manfaat jika dikelola dengan baik. Pada Natal 2018 silam, pihaknya juga melakukan hal serupa, yaitu membuat penjor dan menghias altar dari barang bekas.
“Gereja memang mencanangkan untuk meminimalisasi pengurangan sampah plastik, sehingga ini menjadi motivasi agar umat mengedepankan pemanfaatan limbah,” ujarnya.
Gereja St. Albertus Agung menggelar dua kali misa pada Selasa (24/12/2019), terdiri atas misa pertama yang dimulai pukul 17.00 WIB yang dipimpin oleh Romo Heri Siswanto sedangkan misa kedua dimulai pukul 20.00 WIB yang dipimpin oleh Romo Vicentius Suparman. Adapun jumlah jemaat pada misa pertama diperkirakan lebih 1.500 orang, sedangkan pada misa kedua sekitar 1.200 orang. Sedangkan untuk misa fajar pada Rabu (25/12/2019) pagi diperkirakan sekitar 800 jemaat.
“Untuk malam ini cuacanya cerah jadi banyak sekali yang datang misa, sehingga kami buka sampai pastoran belakang untuk tempat duduk. Unuk misa fajar besok pagi [Rabu pagi], dari Gereja membagikan parsel untuk anak-anak,” katanya.
Ia mengatakan untuk pengamanan dibantu kepolisian, TNI, Linmas dan berbagai komunitas serta ormas. Khususnya untuk komunitas dan ormas mereka datang memberikan bantuan pengamanan. Pengelolaan parkir juga bekerja sama dengan warga setempat, untuk roda dua diparkir di halaman Gereja, sedangkan kendaraan roda empat diparkir di Halamn Kantor Harian Jogja. “Kami mendapatkan bantuan dan dukungan dari warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini, Jumat 3 Juli 2026, cerah di seluruh wilayah. Suhu Kota Jogja mencapai 31 derajat Celsius.
10 rekomendasi film Juli 2026: Spider-Man, Moana live action, Petaka Gunung Welirang, dan banyak lagi. Catat jadwal tayangnya dan siapkan daftar tontonan Anda!
Popcorn berbahaya untuk balita di bawah 4 tahun! Risiko tersedak dan aspirasi ke paru-paru mengintai. Simak penjelasan dokter dan camilan alternatif yang aman.
Fardhan Rainanda Joe ke final BAJC 2026! Kalahkan wakil China dalam tiga gim sengit. Indonesia masih punya asa meraih gelar juara Asia.
Istirahat di mobil dengan AC nyala memang praktis, tapi waspadai gas karbon monoksida! Pelajari penyebab sebenarnya "keracunan AC" dan tips aman perjalanan.
restorasi Gumuk Pasir Bantul, Gumuk Pasir Parangkusumo, penataan kawasan pantai selatan Bantul, penebangan vegetasi Gumuk Pasir, cemara udang Parangkusumo, Satp