Ponpes Kalijaga Bantul Ucapkan Selamat Natal

Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan, KH. Beny Susanto (paling kanan). - Ist/Dok
24 Desember 2019 12:47 WIB Nina Atmasari Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Keluarga besar Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Gesikan Bantul mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020 untuk umat Katholik dan Kristen di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan  seluruh nusantara.

Perayaan Natal yang aman, nyaman, khidmat tidak saja menjadi kebutuhan yang merayakan, tetapi hajat bersama dalam rajutan persaudaan kebangsaan (ukhuwah wathoniyah) dan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah).

Hal itu diungkapkan Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan, KH. Beny Susanto. Ia dan warga ponpes tersebut berdoa semoga perayaan Natal berlangsung dengan aman, penuh khidmat dan membawa berkah bagi yang merayakan maupun seluruh bangsa dan negara Indonesia.

Menurut kyai yang akrab disapa Gus Ben tersebut, siapapun warga negara bisa berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan peran masing-masing, apapun agama, kepercayaan, suku dan bangsanya menjadi sangat berharga.

Terlebih rahmat dan berkah Tuhan Yang Maha Esa senantiasa dilimpahkan bagi makhlukNya yang terus menyebarkan persaudaan dan perdamaian. Sulit dibayangkan jika rahmat, berkahNya akan diberikan kepada orang-orang yang gemar menebar hoaks, fitnah, adu domba dan permusuhan,” katanya, dalam rilis, Selasa (24/12/2019).

Ia menambahkan pascapesta demokrasi nasional 2019 dan berbagai dinamika eksternal regional-internasional memberikan dampak gradasi rajutan tali persaudaan dan persatuan. Untuk itu momentum Natal dan tahun baru 2020 sepatutnya menjadi kesempatan yang berharga untuk merefleksikan kembali seberapa bersyukur atas nikmat dan karunia menjadi Indonesia yang ber-Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945.

“Di antara tanda syukur antara lain memilih menebar persaudaraan, persatuan dan kerja sama dalam kebaikan (at-ta'awun fiil biiri wat-taqwa). Menjauhkan diri, keluarga dan lingkungan dari hoaks, fitnah, menebar permusuhan dan kebencian,” katanya. (*)