IKN Teken KPBU Rp2,629 Triliun untuk Bangun 8 Tower ASN
Otorita IKN menandatangani KPBU Rp2,629 triliun untuk membangun delapan tower hunian ASN. Konstruksi dimulai Februari 2027.
Ilustrasi. /Antaranews-Ridwan Triatmodjo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kematian seorang janda di Gunungkidul lantaran diduga dibunuh menyisakan kesedihan, lantaran korban meninggalkan anak.
Keluarga Paniyati (51), janda yang ditemukan tewas dengan luka bacok di Bukit Batur Agung, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul berharap polisi segera mengungkap kasus tersebut. Mereka meminta polisi segera mengungkap serta menangkap pelaku pembunuhan yang mengakibatkan janda tiga anak ini meninggal.
“Kami harap polisi segera menyelesaikannya,” kata kakak Ipar Paniyati, Suratno, Kamis (2/1/2020).
Sejak Paniyati ditemukan meninggal pada Selasa (31/12/2019) malam, keluarga belum mendapat kepastian informasi tentang peristiwa tersebut. Mereka mengaku hanya bisa menunggu proses penyelidikan yang dilakukan oleh polisi.
Tapi keluarga mengaku tidak pernah tahu sampai di mana proses penyelidikan. Termasuk tentang dugaan pelaku pembunuhan.
“Dari pihak keluarga masih menunggu prosesnya sampai di mana,” tuturnya.
Suasana duka masih menyelimuti keluarga Paniyati yang tinggal di Pedukuhan Sunggingan, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul. Keluarga dan kerabat masih belum percaya Paniyati tewas dengan penuh luka bacokan.
Keluarga mengatakan Paniyati selama ini dikenal sebagai seorang ibu yang bertanggung jawab kepada tiga anaknya yang diasuh sendirian. Setelah suaminya meninggal dunia, dia berusaha memenuhi kebutuhan keluarga sebagai petani.
Sebelumnya, pada Selasa (31/12/2019) malam warga Desa Umbulrejo geger dengan penemuan Paniyati dalam kondisi meninggal dunia dengan penuh luka sabetan benda tajam. Disamping korban terdapat ketua RT Suratmin yang juga mengalami luka benda tajam.
“Kalau Suratmin merupakan pelaku, saya kira keluarganya akan minta maaf dan kami juga memaafkan. Tapi Suratmin juga ditemukan dengan kondisi penuh luka. Kami masih menunggu hasil penyelidikan polisi,” ujarnya.
Hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. “Kami masih lakukan penyelidikan dan belum bisa memberikan informasi detail. Kami akan segera gelar perkara,” terang Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Otorita IKN menandatangani KPBU Rp2,629 triliun untuk membangun delapan tower hunian ASN. Konstruksi dimulai Februari 2027.
Jadwal KA Bandara YIA 19 Oktober 2026 mencakup layanan reguler dan Xpress. Simak waktu keberangkatan dari Jogja dan Bandara YIA.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 19 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap dan waktu tiba di Stasiun Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 19 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket sebesar Rp8.000.
Pemerintah mendorong pemberdayaan 22,5 juta penerima bansos agar kesejahteraan meningkat, kemiskinan berkurang, dan masyarakat mandiri.
Osteoporosis pada usia di atas 50 tahun meningkatkan risiko patah tulang panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Simak cara pencegahannya.