Anak Amien Rais Mengaku Sudah dapat Surat Rekomendasi DPP PAN Maju di Pilkada Sleman

Mumtaz Rais-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
03 Januari 2020 18:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Jelang Pilkada Sleman 2020 yang akan dilaksanakan pada 23 September mendatang, Mumtaz Rais Wiryosudarmo sudah melakukan persiapan pemenangan pilkada yang akan dilaksanakan di Bumi Sembada.

Calon kepala daerah (Cakada) dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga anak politikus PAN Amien Rais mengklaim sudah mengantongi surat rekomendasi yang berasal dari DPP PAN.

"Sampai hari ini di Sleman yang paling siap secara legal formal baru Mumtaz Rais," ujar Mumtaz, Jumat (3/1/2020).

Surat rekomendasi tersebut diklaimnya akan berubah menjadi surat keputusan DPP PAN dalam Pilkada Sleman.

"Kita tunggu Cakada dari partai lain untuk kita lihat surat rekomendasinya. Mumtaz Rais siap dan available tersedia hari ini, selanjutnya akan dilakukan komunikasi dengan partai lain," jelasnya.

Kedua, persiapan fisik. Menurutnya, kontestasi Pilkada merupakan kerja kolosal yang bukan hanya melibatkan satu partai tapi melibatkan banyak partai.

Persiapan ketiga adalah logistik. Ia menyadari jika logistik bukan segalanya. Namun, segala-galanya membutuhkan logistik. "Jadi teman-teman partai yang lain juga diharapkan punya logistik yang memadai untuk bisa dikombinasikan," terangnya.

Menanggapi Koalisi Santun yang sudah ada dalam Pilkada 2020, menurutnya hal tersebut lumrah terjadi dalam dinamika menjelang Pilkada. Koalisi santun dibentuk dan dimotori oleh PAN yang meliputi tujuh partai antara lain PAN, PPP, Golkar, Nasdem, PKB, Demokrat dan PKS.

"Artinya koalisi santun punya peluang untuk memunculkan nama Mumtaz Rais Wiryosudarmo. Tetapi saya juga tidak menutup kemungkinan untuk membuka koalisi selain koalisi santun, ini kan berarti ada dua partai sisa yaitu Gerindra dan PDIP, saya juga mohon izin untuk bisa berkoalisi dengan Gerindra dan PDIP karena bagaimanapun juga dengan kedua partai ini kami cukup bersahabat apalagi di tingkat nasional," jelasnya.

Apalagi, lanjut Mumtaz, PAN dan Gerindra seperti adik kakak. Tokoh sentralnya seperti Pak Amien Rais dan Prabowo Subianto. "Itu kan seperti guru dan murid, di beberapa kesempatan sangat intim hubungan yang terjalin antara pak Prabowo dan pak Amin, jadi saya memang harus bisa bergerak secara luwes dan bebas untuk berkomunikasi dengan Gerindra," paparnya.

Upaya tersebut sudah dilakukan oleh Mumtaz Rais. Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan teman-teman dari Gerindra dan PDIP.