Warga Bantul Mulai Siapkan Posko Bencana

Ilustrasi posko bencana./Harian Jogja/Uli Febriarni
03 Januari 2020 17:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Menghadapi ancaman bencana hidrometerorologi sebagaimana yang dinyatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY, warga mulai bersiap dengan mendirikan posko di tiap dusun.

Anggota Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Desa Segoroyoso, Jumitri mengatakan sejumlah ancaman bencana yang terjadi di Segoroyoso adalah banjir, longsor, dan pohon tumbang. Untuk lokasi rawan longsor terdapat satu titik di Dusun Srumbung RT 06.

Sementara ancaman banjir ada di tiga dusun, yakni Dusun Jembangan, Segoroyoso II, dan Karanggayam, “Kalau di Jembangan dan Segoroyoso II itu ancaman luapan dari Sungai Pesing. Kalau di Karanggayam dari Sungai Opak. Itu tahun lalu juga sempat banjir,” kata Jumitri, Jumat (3/1/2019).

Pihaknya mengaku sudah mengantisipasi terkait ancaman bencana tersebut dengan melakukan pengecekan debit air sungai secara berkala dan pengecekan gerakan tanah longsor. “Kami juga sudah siapkan posko di rumah dukuh,” kata dia.

Warga Dusun Depok, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Subadi juga mengaku orang tuanya yang tinggal di RT 03 sejak musim hujan sudah tidak berani tidur di kamar, “Sekarang tidurnya di ruang tengah, sudah ga berani di kamar,” kata Subadi.

Subadi merupakan anak dari Suryanto yang rumahnya terkena longsor pada Februari 2019 lalu. longsor waktu itu menjebol dapur dan kamar rumah Suryanto. Selain rumah orang tuanya, kata Subadi, rumah Bahrun Efendi yang berada di bawahnya rumah Suryanto terncam jika longsor terjadi. Saat ini pihaknya hanya berjaga-jaga setiap turun hujan.