Khusus Warga Jogja Tarif PDAM Naik Mulai 1 Januari, Ini Besaran Kenaikannya

Ilustrasi. - Reuters
03 Januari 2020 18:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Untuk menyesuaikan inflasi nilai rupiah dan peningkatan biaya operasional, PDAM Kota Jogja atau Perumda PDAM akan menaikkan tarif layanan sebesar Rp920 per meter kubik mulai Januari 2020.

Dirut Perumda PDAM, Dwi Agus Tri Widodo, menjelaskan pada Januari ini dilakukan kajian tarif layanan. "Kajian terakhir 2013 lalu, sudah enam tahun maka perlu ada oenyesuaian untuk mengimbangi inflasi dan peningkatan operasional," ujarnya beberapa waktu lalu.

Tarif layanan yang telah dipakai sejak 2013 yakni sebesar Rp2.5000 per meter kubik. Mulai Januari 2020, tarif ini dinaikkan menjadi Rp3.420 per meter kubik. Menurutnya, kenaikan ini masih dalam taraf wajar sebab kurang dari 40%.

"Masih dalam batas UMK. Dengan batas minimal pemakaian Rp42.000, harapannya masyarakat tidak terbebani, karena ini juga demi peningkatan kualitas produksi air baku," kata dia.

Perumda PDAM sejauh ini masih menggunakan air dalam dengan oertimbangan stabilitas produkso dan leboh murah. Jika air permukaan kata dia, memerlukan proses pengolahan yang tidal murah. "Karena kondisi sungai di Jogja masih perlu diolah. Selain itu dilihat juga keberlanjutan produksinya, harus selalu ada bak musim hujan atau kemarau," ungkapnya.

Pada Februari 2019, Perumda PDAM mendapat sokongan air baku dari SPAM regional Kali Progo melalui reservoir Bedog dan reservoir Gemawang, sebanyak 30-50 liter per detik. Adapun total produksi Perumda PDAM yakni sebanyak 500 liter per detik.

"Masih cukup untuk pelanggan kami sebanyak sekitar 32.300 pelanggan. Meski demikian kebocoran masih ada, yakni sebesar 30%. Angka ini masih lebih rendah dari rata-rata nasional," katanya.

Selain itu, pada 2020 pihaknya juga berencana akan mengembangkan produk bukan saja pada air baku, tapi juga air minum dalam galon. Adapun produksi air minum yang sudah dilakukan selama ini adalah kran siap minum gratis di tiga titik, meliputi depan Kantor Perumda PDAM, Malioboro dan Pasty.

"Belum ada rencana pengembangan, karena masih dievaluasi penggunaannya. Selain itu pemasangannya juga butuh Rp200 juta satu titik, jadi kalau belum terlalu dibutuhkan belum akan kami tambahi," ungkapnya.