Job Fair Gunungkidul Buka 5.000 Lowongan 32 Perusahaan, Cek di Sini
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Sebuah tangki sedang mengisi air di sumber air di kawasan Pelabuhan Sadeng di Kalurahan Songbanyu, Girisubo. Rabu (2/7/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Fenomena kemarau basah berdampak terhadap jasa jual air bersih bagi warga di pesisir selatan Gunungkidul. Pasalnya, pembelian dirasa sepi karena stok kebutuhan air di Masyarakat masih bisa dipenuhi dari air hujan.
Salah seorang penyedia jasa angkutan air di Kapaewon Girisubo, Kitut Sakiran mengatakan, untuk pesanan air bersih saat sekarang sedang sepi. Ia mengaku, setiap hari hanya mendapatkan pemesanan satu hingga tiga tangki yang dikirimkan ke warga yang memesan.
“Hujan masih sering turun sehingga ketersediaan air milik warga di bak-bak penampungan masih ada sehingga tidak membeli ke penyedia jasa,” kata Kitut saat dihubungi, Rabu (2/7/2025).
Menurut dia, kondisi sekarang berbeda dengan tahun lalu. Fenomena kemarau basah yang terjadi memberikan dampak terhadap jasa penyediaan air bersih di Masyarakat.
“Tahun lalu saat masuk Juli sudah antre yang memesan. Sehari bisa bolak balik mengirim air hingga sebelas tangki,” ungkapnya.
Disinggung mengenai harga jual, Kitut tidak menampik saat sekarang lebih mahal ketimbang dibanding dengan harga yang berlaku di tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan sulit mendapatkan bahan bakar, sedangkan pemesanan juga berkurang.
“Paling murah sekarang Rp130.000 per tangki. Tapi, kalau jaraknya jauh dan medan sulit, maka bisa tembus Rp200.000 per tangki,” ungkapnya.
BPBD Gunungkidul memastikan belum ada warga yang meminta bantuan air bersih karena adanya fenomena kemarau basah di tahun ini. Meski demikian, Masyarakat diminta untuk tetap bijak dalam memanfaatkan air guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan anggaran droping untuk Masyarakat yang kesulitan air bersih. Hanya saja, ia memastikan hingga sekarang belum ada yang meminta bantuan ke BPBD.
“Masih aman, fenomena kemarau basah membuat stok air di Masyarakat masih ada hingga sekarang,” kata Sumadi.
Dia menjelaskan, berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diprediksi adanya kemarau basah membuat dampak dari musim kemarau tidak separah sebelumnya. Hal ini dikarenakan masih ada curah hujan, meski telah masuk musim kering.
Kendati demikian, Sumadi meminta Masyarakat untuk tetap mewaspadai ancaman dari kekeringan. Oleh karena itu, warga diminta bijak menggunakan air bersih guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Tidak boleh boros dan gunakan air secukupnya,” katanya.
Selain itu, untuk konservasi air juga dapat dilakukan dengan program penanaman pohon hingga menjaga vegetasi. Di sisi lain, pengolahan sampah yang baik juga dibutuhkan agar tidak mencemari sumber air dan lingkungan.
“Intinya ketersediaan air harus dijaga dan Masyarakat wajib ikut berpartisipasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Cek jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Rabu 22 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan dari Palur menuju Yogyakarta.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Rest day membantu memulihkan otot, mencegah cedera, dan menjaga kebugaran tubuh. Simak manfaat dan cara menjalankannya dengan tepat.
Kebakaran hutan terbesar di Spanyol menghanguskan 26.000 hektar lahan dan memaksa sekitar 1.200 warga mengungsi di Guadalajara.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.