Kecewa Pelayanan PDAM, Warga Pacarejo Gunungkidul Segel Sumber Air

Pengendara sepeda motor melintas di dekat sumber air PDAM yang disegel oleh warga di Dusun Wilayu, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kamis (2/1/2019). - Harian Jogja/David Kurniawan
02 Januari 2020 20:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Merasa kecewa terhadap pelayanan PDAM Tirta Handayani, warga Dusun Wilayu, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, menyegel salah satu sumber air yang berlokasi di desa setempat. Penyegelan dilakukan Minggu (29/12/2019). Untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi, Pemdes Pacarejo menginisiasi pertemuan warga dan PDAM, Kamis (2/1/2020).

Sumber air di Wilayu merupakan salah satu pemasok air baku PDAM Tirta handayani untuk disalurkan ke pelanggan. Kepala Desa Pacarejo, Suhadi, mengatakan pertemuan dilakukan untuk mencari solusi terhadap keluhan warga soal pelayanan PDAM. Menurut dia, pelayanan yang diberikan PDAM tak memuaskan warga karena selalu muncul masalah. “Buktinya ada penyegelan dari warga karena tidak puas dengan layanan yang ada,” kata Suhadi kepada wartawan, Kamis.

Ia menjelaskan di Wilayu ada dua sumber air yang dikelola PDAM. Sayangnya, air justru didistribusikan daerah lain. “Kami selaku pemerintah desa meminta air dari dua sumber itu hanya didistribusikan untuk warga Desa Pacarejo. Jika bisa diwujudkan, maka permasalahan kekurangan air yang muncul bisa diselesaikan,” katanya.

Keyakinan yang disuarakan oleh Suhadi bukan tanpa alasan. Menurut dia, berdasarkan dari kajian PDAM, kebutuhan air di Pacarejo mencapai lima liter per detik. Sedangkan dari dua sumber di Wilayu potensinya mencapai hampir enam liter per detik. “Mudah-mudahan ada jalan keluar sehingga masalah dapat diselesaikan,” katanya.

Direktur Teknik PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto, membantah adanya pengistimewaan terhadap layanan ke salah satu perusahaan swasta yakni PT WMU. Menurut dia, perusahaan ini mendapatkan layanan yang sama seperti pelanggan lainnya. “Kebutuhan PT WMU tidak seberapa karena dari seluruh kebutuhan lima liter per detik, hanya butuh satu liter per detik sehingga masyarakat masih bisa terlayani,” tuturnya.

Menurut dia, permasalahan muncul karena adanya penghentian operasional dua sumber di Wilayu. Satu sumber operasionalnya dihentikan sejak tiga bulan lalu karena adanya keluhan dari masyarakat. Satu sumber lainnya berhenti beroperasi sejak Minggu (29/12) karena disegel oleh warga. “Jadi untuk saat ini sumber di Wilayu tidak ada yang beroperasi. Untuk pemenuhan kebutuhan air ke pelanggan kami mengambil air dari sumber di Seropan,” katanya.

Disinggung mengenai tuntutan warga, Toto mengakui siap membahas secara internal di manajemen PDAM. “Kami bahas dulu. Yang jelas secara prinsip PDAM siap meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.