Akselerasi Hilirisasi Kelautan dan Perikanan
Negara yang mampu bertahan memiliki struktur ekonomi domestik produktif, terdiversifikasi, dan mampu mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah
Pembuangan sampah di TPST Piyungan, Bantul, Jumat (29/3/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL--Antrean truk pengangkut sampah masih kerap terjadi di TPST Piyungan, Bantul.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY menyebutkan bahwa keterbatasan alat berat di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Kabupaten Bantul menyebabkan antrean truk pengangkut sampah yang hendak masuk kawasan TPST tersebut.
"Yang menjadikan antrean truk di TPST itu karena terbatasnya alat berat yang bisa untuk meratakan sampah," kata Kepala Balai Pengelolaan Sampah TPST Piyungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY Fauzan di Bantul, Sabtu (4/1/2020).
Dia mengatakan alat berat berupa buldoser yang dioperasionalkan pengelola TPST Piyungan hanya ada dua unit, satu unit di dermaga utara dan satunya lagi di dermaga selatan, dengan dua unit tentu membutuhkan waktu proses meratakan tumpukan sampah sebelum truk sampah menumpahkan muatannya.
"Kemudian eksavator hanya ada satu unit digunakan untuk mobil swasta yang tidak dilengkapi dengan truk dam. Berbeda dengan adanya dam truk yang langsung bisa dibongkar (muatan sampah,)," katanya.
Fauzan mengatakan untuk dermaga di TPST Piyungan sudah dibangun secara permanen, baik di dermaga utara dan selatan, bahkan landasannya sudah terbuat dari beton. Hanya saja terkadang sampah tidak bisa masuk sampai tengah area.
"Kadang-kadang mereka (pengemudi truk sampah, red.) membuang sebelum masuk ke tengah area, itu yang juga menyebabkan antrean banyak. Tetapi upaya yang dilakukan, mendorong dengan buldoser dari yang di tepi menjadi ke tengah," katanya.
Menurut dia, antrean truk sampah yang hendak masuk dan membuang sampah di TPST Piyungan dalam beberapa waktu terakhir terutama pada Desember juga disebabkan banyaknya volume sampah yang masuk TPST, baik dengan truk sampah maupun mobil bak terbuka milik masyarakat.
Bahkan, pihaknya mencatat bahwa volume sampah yang masuk TPST Piyungan yang diangkut dari wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Bantul tersebut selama Desember 2019 mengalami kenaikan 2.083,76 ton dibandingkan dengan volume sampah pada November.
"Data sampah yang masuk TPST bulan Desember totalnya 18.851,59 ton, jika dibandingkan dengan November yang totalnya sebanyak 16.767,83 ton, ada kenaikan 2.083,76 ton. Lonjakan terjadi mulai 14 Desember sampai 31 Desember, mayoritas sampah dari TPS masing-masing," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Negara yang mampu bertahan memiliki struktur ekonomi domestik produktif, terdiversifikasi, dan mampu mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah
Kementerian Pariwisata mencatat event pariwisata sepanjang semester I-2026 menghasilkan perputaran ekonomi Rp858,12 miliar dan melibatkan ribuan UMKM.
Pemerintah menargetkan Zero ODOL berlaku pada 2027, namun masih menghadapi kekurangan anggaran Rp92,9 miliar dan tantangan distribusi logistik nasional.
Kemendag menyelesaikan 89 persen pengaduan konsumen sepanjang semester I-2026 dengan nilai transaksi Rp18,59 miliar. Aduan terbanyak terkait elektronik dan refu
Wamenag Romo Muhammad Syafi'i meminta penyebab ledakan di MAN 3 Padang ditelusuri secara menyeluruh dan mengingatkan publik tidak terburu-buru menyimpulkan peny
Pemerintah menyiapkan skema pelunasan utang KCIC Whoosh senilai Rp116 triliun tanpa harus membebani APBN. Proses pengalihan aset masih berlangsung.