Struktur Diduga Cagar Budaya Ditemukan di PG Gesikan Bantul
Struktur diduga cagar budaya ditemukan di bekas PG Gesikan Bantul. Disbud minta tidak dibongkar dan wajib dilindungi.
Ilustrasi sampah. Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Setelah sempat diundur dari awal April 2024 hingga pertengahan April 2024, pelaksanaan secara penuh program desentralisasi sampah di DIY kembali diundur hingga Mei 2024.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo mengatakan penutupan TPA Piyungan secara penuh dijadwalkan berlangsung pada 30 April nanti. Beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengoordinasikan komitmen antara sejumlah kabupaten kota untuk segera mempercepat program desentralisasi sampah.
"Jadi TPA Piyungan tutupnya nanti di akhir bulan April ini tanggal 30 April. Sementara untuk program desentralisasi dimulai Mei," katanya, Jumat (19/4/2024).
Kusno enggan merinci soal mundurnya pelaksanaan program itu yang sudah terjadi beberapa kali. Hanya saja disinyalir hal tersebut lantaran Kota Jogja yang belum terlalu siap dengan program pengolahan sampahnya menuju desentralisasi sampah penuh.
Hal itu bisa terlihat dari penumpukan sejumlah sampah di beberapa titik setelah libur lebaran lalu. "Kalau untuk wilayah Sleman dan Bantul memang sudah jauh lebih siap. Misalnya Sleman itu nanti yang di TPST Minggir sudah bisa operasional akhir April ini. TPST di Kalasan juga sudah tinggal lebih mengoptimalkan saja. Bantul juga demikian sudah menyediakan lokasi untuk tiga bulan ke depan sambil menunggu kesiapan TPST Bawuran," ujarnya.
BACA JUGA: Wuih! Volume Sampah di Sleman Mencapai 60 Ton per Hari Saat Libur Lebaran
Tinggal Kota Jogja saja yang dinilai belum terlalu maksimal dalam mengolah sampah dan mempersiapkan diri untuk program desentralisasi tersebut. Beberapa upaya yang sudah dilakukan Kota Jogja hanya mengoptimalkan depo dengan menambah durasi pengelolaan mandiri. Salah satunya di TPST Nitikan yang semula hanya satu sif akan ditambah menjadi dua sif.
"Rencananya juga ada peningkatan untuk kualitas pengolahan sampahnya di TPST Nitikan. Selain itu mereka juga mau mengoptimalkan TPST yang lain yakni Karangmiri. Mudah-mudahan nanti siaplah mulai Mei," kata Kusno.
Di sisi lain rencana Pemkot Jogja yang ingin menggunakan sebagian lahan di TPA Piyungan untuk pengolahan sampah masih didiskusikan lebih lanjut.
Sebelumnya rencana itu sempat ditolak warga Srimulyo. DLHK DIY berharap ada kesepakatan yang sama-sama menguntungkan antara kedua belah pihak sehingga nantinya bisa lebih meringankan Kota Jogja dalam mengolah sampah. "Kami tetap mendorong kabupaten kota agar maksimal dalam rangka percepatan persiapan desentralisasi sampah. Kami berkoordinasi, mendampingi dan membimbing. Kalau ada permasalahan kami juga siap untuk kemudian memulai diskusi ataupun komunikasi."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Struktur diduga cagar budaya ditemukan di bekas PG Gesikan Bantul. Disbud minta tidak dibongkar dan wajib dilindungi.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Harga pangan nasional hari ini menunjukkan cabai rawit merah Rp78.500/kg, telur Rp33.950/kg. Simak daftar lengkap harga terbaru dari PIHPS.
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.