Bupati Magelang Dorong Optimalisasi PAD Lewat PBB-P2 2026
Bupati Magelang menekankan optimalisasi PAD melalui PBB-P2 2026 guna memperkuat kemandirian fiskal dan pembangunan daerah.
Para pengurus Forum Komunikasi Tenaga Honorer SK Gubernur DIY Kabupaten Bantul saat beraudiensi ke Harian Jogja, Rabu (15/1/2020). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA-- Setelah bertahun-tahun mengupayakan perbaikan nasib dengan berdemonstrasi, Tenaga Honorer K2 di Bantul akhirnya melakukan upaya lain untuk menggugah hati para pemangku kebijakan. Mereka menulis buku tentang suka duka selama bekerja.
Buku berjudul Mengabdi Tanpa Batas, Kumpulan Sharing Suka Duka Pegawai Honorer K2 itu telah diluncurkan pada 21 Desember 2019. Isinya terdiri 20 tulisan dari para tenaga honorer eks K2 Bantul. Mereka yang menulis bukan hanya yang bekerja sebagai guru tetapi juga tenaga administrasi.
Ketua Forum Komunikasi Tenaga Honorer SK Gubernur DIY Kabupaten Bantul, Simon Sudarman mengungkapkan buku tersebut berisi rangkuman suka dan duka para tenaga honorer selama bekerja. Kebanyakan dari mereka telah bekerja selama lebih dari 20 tahun namun tidak mendapatkan apresiasi yang sesuai harapan.
"Kami tidak ingin mengeluh, tapi kami ingin memberi inspirasi dan motivasi pada para tenaga honorer yang ada agar mereka tetap semangat bekerja," katanya, saat beraudiensi ke Harian Jogja, Rabu (15/1/2020).
Satu hal yang mereka perjuangkan namun sampai saat ini belum terpenuhi adalah pengakuan terhadap masa kerja. Dengan pengakuan masa kerja, mereka akan mendapatkan penghargaan seperti kenaikan golongan yang berlanjut pada kenaikan penghasilan.
Namun, saat ini masa kerja mereka tidak diakui. Semua tenaga honorer dianggap nol masa kerja sehingga penghasilan mereka tak pernah naik. Dampak lain, tenaga honorer baru digaji sama dengan tenaga honorer lama.
Adapun, ketika melamar kerja sebagai tenaga honorer, instansi memperhitungkan pengalaman kerja. "Ini kan aneh, saat melamar kerja, pengalaman diperhitungkan, namun setelah bekerja, penghasilan tidak memperhitungkan masa kerja," jelas Sudarman.
Pengurus lain, Ary Yunanto menambahkan pembuatan buku ini sekaligus untuk membuang isu yang banyak beredar bahwa tenaga honorer adalah tukang demo. "Memang dulu kami sering demo, berkali-kali dari tingkat kabupaten hingga ke Pusat di Jakarta. Kami ingin menunjukkan bahwa kami juga bisa menghasilkan karya. Kami melakukan upaya lain untuk menggugah hati para pemangku kepentingan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Magelang menekankan optimalisasi PAD melalui PBB-P2 2026 guna memperkuat kemandirian fiskal dan pembangunan daerah.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.