Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Seorang petugas berjas pelindung memeriksa suhu seorang penumpang yang tiba di Stasiun Xianning Utara, di Xianning, sebuah kota yang berbatasan dengan Wuhan di utara, di provinsi Hubei, China 24 Januari 2020. - REUTERS / Martin Pollard
Harianjogja.com, SLEMAN—Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito kembali membantah kabar yang beredar adanya warga yang terinfeksi Virus Corona.
Sebelumnya pada Senin (27/1) lalu di Twitter ramai kabar adanya pasien terduga terinfeksi Virus Corona. Postingan itu menyebar luas di masyarakat.
Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, menegaskan sampai hari ini pihaknya belum menerima maupun merawat pasien yang terjangkit Virus Corona yang telah menewaskan ratusan korban jiwa di Tiongkok.
"Sebenarnya yang terjadi pada Senin [27/1] lalu ada pasien datang ke sini ingin melakukan tes kesehatan karena dia beberapa hari sebelumnya bepergian ke Hainan, Tiongkok," katanya, Selasa (28/1/2020).
Setelah pasien diperiksa oleh tim medis RSUP Dr. Sardjito, dipastikan kondisi pasien tidak mengalami gejala-gejala yang mengarah pada Novel Coronavirus (2019-nCoV). Pasien tersebut selama di Hainan tidak bersinggungan dengan orang yang terkena virus tersebut. "Pasien diperiksa kemudian diperbolehkan pulang," kata dia.
Namun demikian RSUP Dr. Sardjito telah mempersiapkan diri seoptimal mungkin jika ada pasien yang terkena virus tersebut yang datang memeriksakan diri.
Diakuinya akhir-akhir ini RSUP Dr. Sardjito menjadi tempat untuk memeriksakan diri bagi warga Indonesia yang baru saja pulang dari Negeri Tirai Bambu. "Sampai hari ini sudah ada dua orang yang periksa," katanya.
Dokter Spesialis Pulmonologi (paru) RSUP Dr. Sardjito, Munawarman Ghani, mengungkapkan masa inkubasi ketika masuknya virus hingga timbul gejala yakni dua sampai 14 hari. Apabila seseorang yang sudah lebih dari dua pekan meninggalkan Wuhan, Tiongkok [pusat wabah Virus Corona), meski ada pneumonia atau paru-paru yang terinfeksi maka seseorang itu dipastikan tidak terjangkit virus mematikan tersebut.
Dia mengatakan ada empat status penanganan kasus dugaan terjangkit Virus Corona. Yakni kasus dalam pemantauan, kasus dalam pengawasan, probabilitas dan terakhir berstatus terkonfirmasi.
Untuk kasus pemantauan ada temuan flu leg syndrome, seperti flu biasa. Pada kasus dalam pengawasan juga ada flu leg syndrome tapi ada catatan perjalanan ke Wuhan dalam kurun waktu 14 hari.
"Kriteria kasus dalam pengawasan, selain flu leg syndrome juga punya riwayat paparan dari tiga kelompok. Yakni kontak erat dengan pasien positif Virus Corona, bekerja di tempat yang bersinggungan langsung dengan pasien Virus Corona dan flu leg syndrome yang ditambah dengan sesak napas," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.