Pesta Ciu Oplosan di Solo Dibubarkan Polisi, Tiga Pria Diamankan
Polisi mengamankan tiga pria yang menggelar pesta ciu oplosan di Kampung Baru, Solo. Barang bukti disita dan pelaku diproses melalui sidang tipiring.
Ilustrasi investasi./Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, KULONPROGO--Pertumbuhan investasi di Kulonprogo dinilai masih lambat kendati bandara baru telah berdiri.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mempertanyakan penyebab lambannya pertumbuhan investasi di wilayah ini, meski Bandara Internasional Yogyakarta sudah beroperasi.
Anggota Komisi II DPRD Kulonprogo Raden Sunarwan di Kulonprogo, Jumat (31/1/2020), mengatakan Kulonprogo memiliki kawasan aerotropolis Bandara Internasional Yogyakarta, tapi kenapa belum ada geliat investasi masuk, kalau pun ada masih sebatas izin.
Investor melihat Kabupaten Kulonprogo ini sangat cantik dan pasti akan tertarik, karena potensi perkembangan yang sangat bagus dengan beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta.
"Hal yang menjadi pertanyaannya, kenapa investor yang sudah mengurus izin belum membangun proyek, dan kalau belum masuk, kendalanya apa?," kata Sunarwan.
Ia juga mempertanyakan investor yang sudah mengurus izin di kawasan aerotropolis Bandara Internasional Yogyakarta, dan penyebab mereka belum melakukan aktivitasnya.
Selain itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu sudah menerapkan online single submission (OSS). Sistem ini mempermudah investor mendaftarkan investasi dalam hitungan jam.
"Dengan sistem ini pengurusan izin sangat mudah, kenapa investor susah masuk ke Kulonprogo," katanya.
Anggota Komisi II DPRD Kulonprogo Dwi Nugraha Santoso juga mempertanyakan banyaknya investor yang kesulitan mendapatkan tanah karena harganya sangat mahal. Selain itu, investor mengeluhkan tentang pelaksanaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sangat kaku, sehingga mereka mengalihkan investasinya ke daerah lain, seperti Bantul dan Purworejo.
"Persoalan ini perlu dipecahkan oleh Pemkab Kulonprogo, khususnya DPMPT," katanya.
Kepala DPMPT Kulonprogo Agung Kurniawan mengaku sudah banyak investor yang bergerak di perhotelan di kawasan aerotropolis Bandara Internasional Yogyakarta. Mereka akan membangun hotel bintang tiga, bintang emat dan bintang lima. Mereka sudah mengurus izin pembangunan hotel, hanya saja mereka tidak percaya Bandara Internasional Yogyakarta akan beroperasikan dengan cepat, bahkan pada 29 Maret akan beroperasi penuh.
"Awalnya mereka tidak yakin Bandara Internasional Yogyakarta segera dioperasikan. Saat ini mereka sudah bergerak untuk membangun hotel," katanya.
Agung juga mengaku sudah memfasilitasi investor soal pengadaan tanah, tapi saat sudah mendapatkan lokasi, investor menangguhkan investasinya karena harga tanah yang sangat mahal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi mengamankan tiga pria yang menggelar pesta ciu oplosan di Kampung Baru, Solo. Barang bukti disita dan pelaku diproses melalui sidang tipiring.
Ketua Banggar DPR memastikan Transfer ke Daerah (TKD) 2027 tidak turun dan berpotensi melampaui alokasi Rp649 triliun pada 2026.
Erick Thohir menjelaskan alasan Oxford United absen di Piala Presiden 2026. Turnamen kini diikuti delapan tim, termasuk tiga klub luar negeri.
Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo mulai dibangun. Desainnya mengusung siluet Situs Kraton Ratu Boko dan ornamen Aksara Jawa.
MORAZEN Yogyakarta sukses menyelenggarakan Run For Fun 2026 pada Minggu (5/7/2026) di area Parkiran Barat MORAZEN Yogyakarta
UEFA mengecam keputusan FIFA mencabut sanksi kartu merah Folarin Balogun dan menilai langkah itu mengancam integritas Piala Dunia 2026.