Mau Investasi di Kulonprogo, Ini Kemudahan yang Diberikan Bupati Sutedjo

Pesawat di Yogyakarta International Airport, Kulonprogo. - Harian Jogja/Desi Suryanto
29 Desember 2019 15:37 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Menyongsong Kabupaten Kulonprogo yang semakin berkembang dengan adanya beberapa megaproyek, seperti Yogyakarta International Airport, Bedah Menoreh, dan proyek mendatang jalan tol, Bupati Kulonprogo, Sutedjo membuka peluang seluas-luasnya bagi investor yang tertarik menanam modal di Bumi Menoreh ini.

Meski begitu, Sutedjo menekankan investor perlu mengetahui penempatannya sesuai zonasi tata ruang yang sudah diplot. Sehingga, jangan sampai investor sudah memilih tempat terlebih dahulu, namun tidak sesuai dengan ketentuan tataruang.

"Jangan sampai ini jadi hambatan bagi investor. Proses tata ruang itu kita beri tahukan penjelasannya kepada mereka," kata Sutedjo, Sabtu (28/12/2019).

Terlebih dengan adanya pengembangan kawasan di sekitar YIA yang akan dijadikan sebagai aerotropolis. Selain itu, kawasan Kulonprogo utara dijadikan kawasan konservasi sementara bagian timur-selatan juga dikembangkan menjadi kawasan peruntukan industri.

Hal ini membuat Sutedjo berkomitmen untuk memberi kemudahan investasi kepada calon penanam modal. "Kemudahannya salah satunya terkait perizinan, dalam artian bisa mudah, cepat, murah," kata dia.

Ia menuturkan beberapa kali Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo menyelenggarakan pertemuan investor untuk menjaring calon penanam modal. Hal tersebut menggembirakan dengan adanya minat yang besar dari investor berbagai bidang yang tertarik di Kulonprogo.

"Kami undang berbagai jenis, mulai dari hotel, rumah makan, rest area, dan macam-macam. Saya pernah ikut melayani ketika gathering itu, ternyata cukup lengkap dan bervariasi jenis-jenis yang jadi bidang usaha mereka," kata dia.

Ia terbuka dengan berbagai kemungkinan investor yang masuk, asal sesuai dengan zonasi tata ruang. Terlebih, ia berharap investor tak hanya memberikan keuntungan bagi Pemkab, melainkan juga memberi manfaat bagi masyarakat.

Kepala DPMPT Kulonprogo Agung Kurniawan menuturkan realisasi investasi di Kulonprogo tahun ini mengalami kenaikan Rp700 milyar. Yang lebih membanggakan, realisasi investasi ini jauh melampaui target yang diharapkan. "Target kami itu cuma Rp1 trilyun, tapi nyatanya hingga triwulan III di tahun 2019 ini sudah mencapai Rp9,179 trilyun," katanya.

Total investasi itu terdiri atas realisasi penanaman modal asing (PMA) dari 11 perusahaan sebesar Rp892 milyar dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp8,286 trilyun dari 34 perusahaan. "Itu termasuk Angkasa Pura I sebagai investor terbesar yaitu sebesar Rp7,564 trilyun," ujarnya.