Bandara Kulonprogo Masih Kekurangan Ratusan Bus untuk Layani Penumpang

Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo - Harian Jogja/Desi Suryanto
02 Desember 2019 15:47 WIB Tim Harian Jogja Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo akan dioperasikan secara penuh bersamaan dengan pemindahan penerbangan dari Bandara Adisutjipto, Sleman.

Pemda DIY menyatakan dibutuhkan sekitar 400 bus untuk melayani penumpang yang akan menggunakan YIA. Rencananya, setiap 15 menit sekali kendaraan itu akan melayani penumpang yang menuju ke YIA.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY jumlah kedatangan penumpang melalui Bandara Adisutjipto dan YIA pada September 2019 tercatat 291.386 orang, sedangkan jumlah keberangkatan penumpang sebanyak 306.481 penumpang.

Sayangnya, hingga YIA akan beroperasi penuh akses menuju ke bandara baru dari jantung Kota Jogja hingga saat ini masih terbatas. Kereta bandara belum bisa mencapai YIA, jalur angkutan umum yang sedianya menjadi alternatif pun belum banyak terlihat. Masalah perhubungan ini mau tidak mau harus segera dicarikan solusi agara YIA tidak bernasib seperti Bandara Kertajati, Jawa Barat yang sepi karena belum tersedianya akses dari Bandung ke Kertajati.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo menjelaskan upaya untuk meningkatkan akses dari Kota Jogja menuju YIA terus dilakukan tidak hanya melalui angkutan umum tetapi juga kereta api. Saat ini sudah terlayani kereta bandara dari Jogja ke Stasiun Wojo, Purworejo, kemudian penumpang diangkut menggunakan Damri menuju YIA, mengingat akses kereta langsung ke YIA belum tersedia.

Sedangkan angkutan umum disiapkan di berbagai titik seperti Terminal Giwangan Kota Jogja; Terminal Dhaksinarga, Wonosari; Terminal Jombor, Sleman; Kawasan Malioboro (Taman Parkir ABA, Taman Parkir Ngabean), Stasiun Tugu dan Bandara Adisutjipto. Di setiap titik tersebut ada spot khusus jalur menuju YIA.

Namun, ada yang tidak secara langsung menuju YIA, di mana armada beralih dari satu titik ke titik lain berdekatan baru diangkut menuju YIA. Seperti angkutan dari Giwangan yang akan menuju YIA mengambil penumpang yang berada di Taman Parkir ABA dan Taman Parkir Ngabean. “Nanti dibuat selter di setiap tempat pemberangkatan,” ucapnya, Jumat (29/11/2019). 

Saat ini, sekitar 74 bus disiapkan untuk mengangkut penumpang dari berbagai titik tersebut menuju YIA. Saat ini memang belum bisa diatur lebih rapat rentang jadwal pemberangkatan karena jumlah armada terbatas. Bersama pihak terkait, Pemda DIY terus mengupayakan termasuk menggandeng Damri, Organda sertai berbagai instansi swasta lainnya.

Sejumlah bus yang sudah beroperasi ini termasuk untuk mengantisipasi lonjakan penumpang jelang Natal dan Tahun Baru. “Sebanyak 74 bus yang sudah beroperasi ini tidak hanya bus, tetapi ada minibus, taksi,” ungkapnya.

Hasil koordinasi dengan Kemenhub, kata Sigit, direncanakan pada setiap titik tersebut ada keberangkatan dengan durasi waktu setiap 15 menit menuju YIA. Setelah dihitung dibutuhkan sekitar 400 bus yang rencananya mulai disiapkan pada awal Januari 2020 mendatang. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, Sigit optimistis pemenuhan 400 angkutan menuju YIA bisa terpenuhi sebelum pindahnya seluruh penerbangan dari Adisutjipto ke YIA pada April 2019.

“Kalau masalah kendaraan ke sana sebenarnya bisa [terpenuhi 400 bus], tetapi nanti kesiapan bandara bagaimana, karena di sana kewenangan Angkasa Pura. Kalau sekedar angkutan sampai di luar [bandara] enggak masalah [pasti bisa diusahakan], termasuk bus umum akan kami usahakan, lalu penumpang turun di luar bandara,” jelasnya.

Sigit menambahkan, salah satu fasilitas pendukung YIA yang saat ini belum tersedia adalah keberadaan terminal angkutan jalan di luar bandara. Terminal ini nantinya berfungsi untuk menurunkan dan menaikkan penumpang terutama penumpang dari dan menuju luar DIY. Kemudian disediakannya shuttle di terminal itu untuk mengangkut penumpang masuk kawasan YIA. Namun, fasilitas ini memang belum masuk di perencanaan. Pemda DIY bersama Pemkab Kulonprogo sebenarnya sudah menentukan salah satu titik dekat YIA yang memungkinkan bisa dipakai untuk terminal tetapi belum masuk di perencanaan daerah. Ia justru berharap keberadaan terminal bus ini bisa dibantu oleh pengelola bandara.

“Sebelum Kulonprogo menyediakan, kami berharap bandara menyediakan yang di depan [YIA] yang kosong itu, sementara untuk pemberhentian sementara, tetapi belum terealisasi,” ujarnya.

Terkait dengan underpass YIA yang menghubungkan jalur jalan lintas selatan (JJLS), Sigit mengatakan sudah meninjau dan pihak rekanan mengatakan siap untuk dioperasikan di awal Desember 2019. Namun berdasarkan catatannya, ada yang perlu mendapatkan perhatian khusus terutama pada pintu keluar dan masuk underpass yang bersilangan dengan jalan kabupaten dan jalan perkampungan. Hal itu sangat rawan terjadinya kecelakaan. “Karena yang dari dalam [underpas, kendaraan yang mau keluar] tidak tahu [kalau ada angkutan yang akan menyeberang di jalan kabupaten], solusinya sementara akan dilakukan penjagaan, dipasang water barrier dan traffic cone,” ucapnya.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan saat ini Pemda DIY turut memikirkan penyelesaian terutama jalur kereta bandara yang bisa langsung menuju YIA di Kulonprogo. Koordinasi dengan Pemerintah Pusat terus dilakukan untuk mempercepat realisasi jalur kereta api tersebut. Di sisi lain pengembangan Trans Jogja di bawah BUMD DIY juga sedang diwacanakan untuk membantu angkutan menuju YIA.

“Alternatif angkutan lain terus dipikirkan, termasuk Trans Jogja, kalau nanti ada jalur khusus ke sana [YIA] nanti namanya Trans Bandara karena sudah sampai di Temon [Kulonprogo], misalnya. Kemudian pemberhentian bus jangan hanya di terminal tetapi di beberapa titik, tetapi juga ada pemberhentian misalnya sampai ke bandara, lalu ke Parangtritis, Hutan Pinus, Kaliurang dan berbagai tempat wisata lainnya,” ucap Aji.

Pintu Gerbang

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Budi Wibowo mengungkapkan sebagai pintu gerbang utama wisatawan mancanegara YIA di DIY direncanakan didukung infrastruktur ataupun akses pendukung berskala nasional.

Ia menjelaskan konektivitas dari Kota Jogja menuju YIA saat ini melalui Jalan Nasional Jogja-Purworejo. YIA pun akan didukung akses Temon-Borobudur (Bedah Menoreh), Jogja Outer Ring Roud (JORR), dan rencana jalan tol.

"Sesuai dengan RTRWN dan RTRW DIY direncanakan akan dibangun jalan tol jalur Jogja-Cilacap, dengan pintu keluar-masuk di daerah bandara YIA. Jalan tol ini merupakan satu sistem jaringan jalan tol Bawen-Jogja dan Jogja-Solo. YIA juga akan didukung Jalur Jalan Lintas Selatan serta jalur akses dengan kereta api Jogja-Bandara YIA, dengan membangun jalur baru Kedundang-Bandara YIA," kata dia.

Sementara untuk dukungan KA Bandara, Manajer Humas PT KAI Daop 6 Eko Budiyanto mengungkapkan per 1 Desember 2019 ada grafik perjalanan kereta api yang baru termasuk kereta bandara. Eko menyebutkan perjalanan KA Bandara Internasional Jogja sebanyak 24 perjalanan. Jumlah tersebut terdiri dari 10 KA Bandara relasi Jogja–Wojo, 10 KA Bandara relasi Wojo-Jogja, dua KA Bandara relasi Jogja–Kebumen, dan dua KA Bandara relasi Kebumen-Jogja.

General Manager (GM) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta sekaligus PJS GM YIA Agus Pandu Purnama menjelaskan setelah YIA beroperasi penuh, pesawat berbadan lebar bisa mendarat dan membawa banyak turis. Hal ini dinilai sangat mendukung untuk seluruh aktivitas di DIY.

Konektivitas ke bandara diharapkan memprioritaskan penumpang yang menuju atau dari Kulonprogo menggunakan kereta api dengan frekuensi yang sering, dengan kepastian waktu tempuh dan waktu tunggu.

"Pembangunan fasilitas pendukung seperti hotel bandara akan dikejar pembangunannya dan diharapkan selesai akhir Januari sehingga pihak maskapai pun bisa memanfaatkan hotel tersebut," kata dia.

Ia menyebutkan antusiasme penumpang terhadap YIA semakin hari semakin meningkat meskipun bandara belum beroperasi secara penuh. Setiap hari rata-rata ada 2.300 penumpang di YIA.

Menyambut Natal dan Tahun Baru, Agus Pandu menyebutkan akan ada penambahan penerbangan ke Jogja dan difokuskan ke YIA. "Sekarang sementara di YIA ada 28 penerbangan. Untuk Nataru besok semua extra flight kami alihkan ke YIA, harapannya sekitar 15 extra flight," kata Pandu.

Sementara itu, Pandu juga terus mengejar penambahan fasilitas di YIA dalam rangka operasi penuh pada April 2020 mendatang. Menurutnya, proses pengerjaan sudah mencapai 88%. "Secara bangunan sudah bisa dilihat ya, tapi nanti masih akan ditambahi artwork, butuh dua bulanan," kata dia.

Dari sisi layanan transportasi, Pandu menyebut akan ada penambahan layanan sekitar 50%-80% sarana transportasi. Sementara ini, untuk menghadapi Nataru, keberadaan bus Damri dan taksi dirasa sudah cukup.

Kurangi Beban

Peneliti Senior Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Nur Yuwono menyatakan, keberadaan YIA mampu menampung banyak penumpang jelang Natal dan Tahun Baru. "Maskapai pasti melihat untung ruginya jika melewati sebuah rute penerbangan," ucapnya kepada Harian Jogja.

Ia mengatakan jarak YIA dengan pusat Kota Jogja juga menjadi pertimbangan penumpang yang hendak berlibur ke Jogja. Pasalnya, jaraknya yang cukup jauh membuat penumpang lebih memilih mendarat di Bandara Adisutjipto.

"Tentunya bandara sudah menyiapkan transportasi Damri untuk akses dari YIA ke Kota Jogja tapi belum tentu penumpang mau memakai fasilitas yang sudah disediakan," ujarnya.

Diakuinya hal itu belum optimal meski harganya terjangkau. Belum beroperasinya YIA secara penuh sedikit mempengaruhi layanan penerbangan namun otoritas terkait sudah berupaya menambah jumlah kapasitas untuk melayani penumpang yang menggunakan pesawat. Konektivitas transportasi menuju ke YIA akan menunjang beroperasinya bandara YIA secara penuh apabila sudah terhubung. "Masyarakat menunggu dibangunnya kereta ke bandara. Selain itu juga menunggu dibangunnya jalan tol ke arah sana," kata dia.

Menurutnya, YIA di Kulonprogo juga berdampak terhadap tujuan penerbangan yang masih relatif dekat. "Waktu yang ditempuh dari Kota Jogja ke YIA sekitar satu jam tetapi kalau penumpang menuju ke Bandung kan kurang dari satu jam," ungkapnya.