Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Foto ilustrasi layanan BPJS Kesehatan. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Lonjakan pengajuan reaktivasi Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan terjadi di Kota Jogja setelah ribuan peserta dinonaktifkan pada awal 2026, dan hingga Senin (9/2/2026) siang tercatat 2.666 warga telah mengajukan pengaktifan kembali melalui skema Penduduk Didaftarkan Pemerintah Daerah (PDPD).
Untuk menjamin keberlanjutan layanan kesehatan, Pemkot Jogja menyiapkan anggaran Rp32 miliar guna mengkover iuran peserta melalui skema PDPD tersebut.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Jogja, Waryono, menjelaskan bahwa pengajuan reaktivasi dilakukan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Jogja dengan kuota harian yang langsung terpenuhi. “Hari ini kami memberikan kuota 350 orang, itu sudah terambil semua,” ujarnya, Senin.
Selain layanan tatap muka di MPP, pengajuan reaktivasi PBI BPJS Kesehatan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS) maupun layanan WhatsApp resmi. Prosesnya, kata Waryono, tidak memakan waktu lama.
“Bisa langsung aktif. Sekitar satu jam setelah persyaratan lengkap dan kami kirim ke BPJS. Jadi tidak perlu menunggu 14 hari,” katanya.
Untuk syarat administrasi, warga cukup membawa KTP asli serta fotokopi Kartu Keluarga (KK).
“KTP tidak perlu difotokopi. KK ditinggal, supaya satu keluarga bisa langsung aktif semua. Misalnya satu KK isinya lima orang, ya lima-limanya langsung aktif semua, tanpa kecuali,” paparnya.
Dinas Kesehatan Kota Jogja mencatat total 21.874 PBI dinonaktifkan pada awal 2026 di wilayah Kota Jogja. Namun, belum seluruhnya mengajukan reaktivasi.
“Banyak yang belum reaktivasi mungkin belum cek. Atau mungkin karena masuk di desil yang dinonaktifkan, tapi belum merasa membutuhkan layanan kesehatan, jadi belum mengaktifkan,” kata dia.
Waryono memastikan, seluruh PBI nonaktif dapat mengajukan reaktivasi melalui skema PDPD tanpa dibatasi kategori desil 1–5, sepanjang ber-KTP Kota Jogja.
“Semuanya bisa diaktifkan melalui PDPD selama dia penduduk Kota Jogja. KTP Kota Jogja semuanya boleh mengaktifkan,” ungkapnya.
Skema pembiayaan reaktivasi PBI BPJS Kesehatan ini dirancang berlaku hingga 12 bulan, dengan evaluasi pada bulan kesembilan sesuai perjanjian dengan BPJS Kesehatan untuk memastikan kecukupan anggaran Rp32 miliar yang telah disiapkan Pemkot Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Garebeg Mulud Be 1960/2026 di Kraton Jogja digelar sederhana tanpa gunungan dan iring-iringan prajurit. Tradisi tetap dipertahankan.
BPBD mencatat 336 karhutla membakar 428,46 hektare lahan di Palangka Raya pada 1 Juni-24 Agustus 2026.
Job fair khusus disabilitas digelar di BLK Wates, Kulonprogo, 27 Agustus 2026. Sebanyak 10 perusahaan membuka 161 posisi pekerjaan.
Mantan Ketua Dewan Kebudayaan Sleman, Dwijo, mendorong Taman Budaya Sleman menjadi pusat informasi komprehensif potensi budaya.
Regrouping SDN Hargomulyo ditolak warga. DPRD Kulonprogo meminta Disdikpora, sekolah, dan wali murid duduk bersama mencari solusi.