Dikukuhkan Guru Besar, Eks Ketua KY Usul Model Penyelesaian HAM Berat
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
ilustrasi./dok
Harianjogja.com, JOGJA--Partai Gerindra sebagai pengusung petahana dalam Pilkada Bantul 2020 ini tak terburu-buru untuk mendeklasikan pasangan duet yang akan mendampingi Suharsono. Komunikasi politik dengan sejumlah calon partai koalisi terus berupaya dibangun untuk memunculkan satu sosok yang paling pantas mendampingi incumbent.
Anggota Tim Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Partai Gerindra DIY Danang Wahyu Broto menjelaskan hingga saat ini pihaknya masih membangun koalisi dengan sejumlah parpol untuk Pilkada Bantul. Sehingga belum memunculkan nama pasangan keduanya, terutama untuk Cawabup. Alasannya saat ini masih terus berproses, selain itu menunggu perintah dari DPP Gerindra. Pihaknya juga belum berani mendeklarasikan koalisi jika belum ada restu dari DPP.
"Sampai saat ini memang belum launching Gerindra dengan siapa [koalisinya] tetapi, teman-teman sudah memahami bagaimana membangun koalisi Gerindra ini sudah cukup lama dan solid, kalau bicara dengan [partai] sebelah itu membangun koalisinya kan sudah cukup lama. Cuma kami menunggu perintah untuk launching baik koalisi maupun pasangan yang resmi. Karena membangun koalisi ini tidam cukup satu dua hari," katanya di DPRD DIY, Rabu (5/2/2020).
Meski belum memunculkan pasangan, tetapi ia mengaku sudah ada perkembangan yang menarik bagi Gerindra dan calon pasangan koalisine. Tetapi saat ini masih menunggu momentum yang tepat untuk melakukan konsolidasi dengan partai lain. Terutama dalam menentukan figur yang bisa mendampingi Suharsono. Mengingat secara internal Gerindra sudah jelas untuk Pilkada Bantul mengusung kembali Bupati incumbent dalam hal ini Suharsono.
"Selain itu di Gerindra soal koalisi ini butuh statement-nya di tingkat pusat, sehingga kami kami menunggu momentum," ujarnya.
Ia mengatakan ada peluang Gerindra kembali melanjutkan koalisi pada Pilkada Bantul sebelumnya. Menurutnya koalisi merah putih dalam gelaran Pilkada Bantul periode sebelumnya dinilai masih solid. Selain itu Fraksi Gerindra DPRD Bantul kursinya juga meningkat dari periode sebelumnya, sehingga ia optimistis tidak kehilangan suara pada periode Pilkada 2020 ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.