Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Abdul Halim Muslih (kiri) dan Joko Purnomo./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mengusung Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo sebagai bakal calon bupati dan wakil Bupati Bantul 2020.
Halim-Joko (Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo) menyingkirkan sejumlah nama yang sempat masuk penjaringan di PDIP, seperti Bambang Wisnu Handoyo, Kompol Kusilah, dan Agus Santoso. PDIP dan PKB langsung menyosialisasikan pasangan Halim-Joko kepada masyarakat.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DIY Aryunadi mengatakan DPP memiliki banyak pertimbangan untuk menentukan Halim-Joko, mulai dari pertimbangan politik, pertimbangan kultural, hingga pertimbangan ilmiah hasil survei. Keputusan itu, menurut dia, sesuai dengan harapan kader tingkat bawah.
“Kami selaku kader dan sebagai petugas partai bersyukur karena kebersamaan PDI Perjuangan [PDIP] dan PKB komitmen dalam koalisi. DPP sudah memutuskan duat maut Halim-Joko,” kata Aryunadi, saat dihubungi melalui ponsel, Rabu (19/2/2020).
Aryunadi mengatakan PDIP dan PKB sejauh ini sudah membangun komitmen di tingkat kabupaten hingga DIY sebagai pasangan nasionalis-agamis. Halim-Joko, kata dia, juga merupakan dua tokoh yang memiliki keunggulan masing-masing, bahkan saling melengkapi.
Ia tidak mempersoalkan soal posisi kader PDIP sebagai bakal calon wakil bupati. Pihaknya segera mengawal rekomendasi tersebut dan membangun konsolidasi sampai tingkat ranting, “Halim-Joko intisari bersatunya dua kekuatan nasionalis dan agamis, ini langkah awal baik dalam rangka memajukan pembangunan di Bantul,” kata dia.
Sekretaris DPC PDIP Bantul Hanung Raharjo juga juga akan menyiapkan langkap pemenangan Halim-Joko. Selain konsolidasi internal, pihaknya juga memastikan bersatunya kader di struktural hingga sukarelawan bahkan simpatisan yang sempat terpecah dalam pilkada 2015 silam. Ia bahkan meminta kepada semua kader partai berlambang kepala banteng moncong putih itu untuk tidak mengungkit luka lama terpecahnya simpatisan.
“Jangan dikorek-korek luka lama, kami harus bersatu untuk mengamankan rekomendasi dari DPP PDIP dan memenangkan pasangan Halim-Joko Purnomo,” ujar Hanung.
Sekretaris DPC PKB Subhan Nawwawi mengatakan setelah rekomendasi PDIP keluar, partainya segera menindaklanjuti agar DPP PKB juga mengeluarkan rekomendasi serupa. Menurut Subhan, rekomendasi DPP PKB juga tidak jauh berbeda dengan rekomendasi dari PDIP yang menempatkan Halim sebagai bakal calon bupati dan Joko Purnomo sebagai bakal calon wakil bupati. Sebab, kata dia, kedua nama tersebut juga merupakan nama yang disepakati PKB kabupaten dan DIY serta rekomendasi dari Tim 9 tingkat kabupaten dan provinsi.
“Setelah rekomendasi turun kami langsung gaspoll untuk menggerakkan mesin partai, kami sosialisasikan kepada masyarakat Bantul,” kata Subhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat