Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X saat melakukan prosesi peletakkan batu pertama untuk pembangunan gedung Field Research Center (FRC) di Jl. Tunjungan, Kapanewon Wates. /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) akan membangun gedung Field Research Center (FRC) atau pusat penelitian lapangan di Kulonprogo.
Gedung FRC yang berlokasi di lahan seluas 6,5 hektare di Jl. Tunjungan, Kapanewon Wates itu rencananya difungsikan untuk ruang pertemuan, analisa, laboratorium, serta perkantoran dengan konsep ruang terbuka bagi civitas pendidikan serta masyarakat umum untuk bisa mempelajari dan mengembangkan pendidikan vokasional.
"Gedung ini akan jadi seperti Eco Tourism Edu Park yang terbuka untuk masyarakat," ujar Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wikan Sakarinto, usai peletakkan batu pertama pembangunan gedung FRC, Kamis (20/2/2020).
Wikan menjelaskan Kulonpogo dipilih sebagai lokasi pembangunan FRC karena Kulonprogo secara statistik merupakan kabupaten di DIY yang income per kapita paling rendah. Hasil bumi dan kekayaan alam di Bumi menoreh selama ini juga masih dijual mentah sehingga adanya pusat riset ini bisa mendorong agar dilakukan pengolahan terhadap hasil alam tersebut.
Wikan berharap Gedung FRC ini bisa menjadi pusat riset dan pengembangan inovasi yang bekerja sama dengan berbagai pihak khususnya dengan Pemkab Kulonprogo. Hal ini lanjutnya sesuai dengan prinsip pendidikan Sekolah Vokasi yaitu "link dan match” dengan industri, instansi, serta masyarakat dapat diterapkan dengan baik dalam dunia nyata.
Rektor UGM, Panut Mulyono, berharap dengan pembangunan Gedung FRC ini dapat memberikan sumbangsih yang lebih untuk meningkatkan kualitas SDM dan sektor perekonomian di Kulonprogo.
"Kami juga yakin dengan operasional penuh Bandara Yogyakarta International Airport akan membawa kemajuan bagi Kulonprogo. Kami juga bisa mencari mitra untuk pengembangan UGM kedepannya," ujar Panut.
Sementara itu Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan, adanya kawasan Sekolah Vokasi UGM di daerahnya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat karena akan memotivasi untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ke depannya FRC mampu memberikan efek positif bagi perkembangan kualitas pendidikan tinggi di DIY khususnya di Kulonprogo.
Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X mengingatkan agar kegiatan ini tidak hanya sebuah seremoni belaka. Lebih dari itu harus menjadi awal sebuah pekerjaan guna memajukan masyarakat berbasis riset sesuai yang tertera dalam tri dharma peguruan tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.