Kemiskinan Indonesia Ditarget Turun Jadi 6,5 Persen pada 202
Pemerintah menargetkan kemiskinan nasional turun menjadi 6–6,5 persen pada 2027 dengan pertumbuhan ekonomi 6 persen.
Seniman pantomim Jogja melakukan pertunjukan singkat dihadapan pasien dan tenaga medis di Rumah Sakit Dr. Sardjito. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA - Di Jogja beredar sebuah pesan berantai yang menyebutkan tiga warga asal Bali yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta positif terjangkit virus Corona.
Kendati demikian Dinas Kesehatan (Dinkes) DI Yogyakarta memastikan bahwa pesan berantai tersebut kabar bohong alias hoaks.
"Maaf itu hoaks [dipastikan bahwa kabar tersebut bohong]," ungkap Kepala Dinkes DIY, Pembayun Setyaning Astutie saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (2/3/2020).
Menanggapi kabar hoaks tersebut Pembayun mengungkapkan bahwa pelaku yang belum diketahui ini hanya butuh perhatian.
"Mungkin penyebar hoaks ini meminta perhatian kepada orang namun caranya yang tidak pas," terangnya.
Namun ada dampak positif yang disebut Kepala Dinkes berpengaruh bagi masyarakat terkait pesan berantai itu.
"Positif thinking, mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih sehat dan bersih agar virus (Corona) tidak masuk ke dalam diri kita," tutur Pembayun.
Dia menjelaskan untuk lebih waspada serta menanyakan informasi jika mendapat kabar yang dirasa keliru.
"Rekomendasi untuk mencari atau mendapatkan informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan," ungkap dia.
Meski menjadi kabar hoaks, Pembayun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan diri dalam mencegah virus tersebut.
"Masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dengan melaksanakan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). Yang utama adalah cuci tangan pakai sabun dan batuk yang beretika dengan menutup dengan kain atau sapu tangan," jelasnya.
Ia menambahkan, terkait kabar WNI asal Jakarta yang positif terjangkit virus, Pembayun mengimbau untuk menahan diri berpergian dan berada di dalam keramaian.
"Imbauan kepada masyarakat juga adalah untuk sementara waktu menahan diri hadir dalam keramaian yang berpotensi mudah terjadi penularan," jelasnya.
Sebelumnya, sebuah pesan berantai melalui pesan singkat WhatsApp membuat geger pengguna dan sejumlah warga di Yogyakarta. Dalam pesan tersebut tertulis, bahwa ada tiga warga yang berasal dari Bali dan sedang berada Yogyakarta yang terjangkit Coronavirus.
"Barusan pak bojo crita, kl td ketemuan sama dinas kesehatan, di Jogya sdh ada 3 org yg terinfeksi virus covid 19 (virus Corona), anak ugm, asli bali. Total di indonesia sampe siang td sdh ada 16 org. Jd berhati2 nih besok naik kereta, dikeramean dan mesti pegang gagang2 pintu, konon katanya bs tertular dr logam ya... kudu siap2 sanitazer ato apa yg ampuh ya?," tulis pesan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pemerintah menargetkan kemiskinan nasional turun menjadi 6–6,5 persen pada 2027 dengan pertumbuhan ekonomi 6 persen.
PBSI menetapkan 20 pemain bulu tangkis untuk Asian Games 2026 di Jepang. Indonesia membidik gelar juara beregu putra dan mengoreksi data pemain nomor perorangan
Jean-Paul Van Gastel belum menetapkan starter tetap PSIM Jogja jelang Super League 2026/2027. Persaingan makin ketat dengan 11 pemain asing di skuad.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Rabu 2 September 2026 didominasi cerah hingga udara kabur. Suhu di Kota Jogja mencapai 32 derajat Celsius.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam program MBG adalah perlakuan PPh atas bantuan pemerintah yang diterima yayasan
Warga tidak mampu di Sleman gagal menerima bansos karena sejumlah syarat, termasuk kepemilikan lebih dari satu sertifikat tanah.