RI Siapkan Langkah Darurat usai WNI Dicegat Israel di Laut Mediterania
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Seniman pantomim Jogja melakukan pertunjukan singkat dihadapan pasien dan tenaga medis di Rumah Sakit Dr. Sardjito. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA - Di Jogja beredar sebuah pesan berantai yang menyebutkan tiga warga asal Bali yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta positif terjangkit virus Corona.
Kendati demikian Dinas Kesehatan (Dinkes) DI Yogyakarta memastikan bahwa pesan berantai tersebut kabar bohong alias hoaks.
"Maaf itu hoaks [dipastikan bahwa kabar tersebut bohong]," ungkap Kepala Dinkes DIY, Pembayun Setyaning Astutie saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (2/3/2020).
Menanggapi kabar hoaks tersebut Pembayun mengungkapkan bahwa pelaku yang belum diketahui ini hanya butuh perhatian.
"Mungkin penyebar hoaks ini meminta perhatian kepada orang namun caranya yang tidak pas," terangnya.
Namun ada dampak positif yang disebut Kepala Dinkes berpengaruh bagi masyarakat terkait pesan berantai itu.
"Positif thinking, mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih sehat dan bersih agar virus (Corona) tidak masuk ke dalam diri kita," tutur Pembayun.
Dia menjelaskan untuk lebih waspada serta menanyakan informasi jika mendapat kabar yang dirasa keliru.
"Rekomendasi untuk mencari atau mendapatkan informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan," ungkap dia.
Meski menjadi kabar hoaks, Pembayun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan diri dalam mencegah virus tersebut.
"Masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dengan melaksanakan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). Yang utama adalah cuci tangan pakai sabun dan batuk yang beretika dengan menutup dengan kain atau sapu tangan," jelasnya.
Ia menambahkan, terkait kabar WNI asal Jakarta yang positif terjangkit virus, Pembayun mengimbau untuk menahan diri berpergian dan berada di dalam keramaian.
"Imbauan kepada masyarakat juga adalah untuk sementara waktu menahan diri hadir dalam keramaian yang berpotensi mudah terjadi penularan," jelasnya.
Sebelumnya, sebuah pesan berantai melalui pesan singkat WhatsApp membuat geger pengguna dan sejumlah warga di Yogyakarta. Dalam pesan tersebut tertulis, bahwa ada tiga warga yang berasal dari Bali dan sedang berada Yogyakarta yang terjangkit Coronavirus.
"Barusan pak bojo crita, kl td ketemuan sama dinas kesehatan, di Jogya sdh ada 3 org yg terinfeksi virus covid 19 (virus Corona), anak ugm, asli bali. Total di indonesia sampe siang td sdh ada 16 org. Jd berhati2 nih besok naik kereta, dikeramean dan mesti pegang gagang2 pintu, konon katanya bs tertular dr logam ya... kudu siap2 sanitazer ato apa yg ampuh ya?," tulis pesan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.