Gen Z, AI, dan Pemangkasan Anggaran Perpusnas Jadi Tantangan Literasi
Pemangkasan anggaran Perpusnas 2026 dan perkembangan AI dinilai UMY menjadi tantangan besar bagi budaya membaca dan literasi masyarakat.
Ilustrasi Haki./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Sulitnya proses untuk mendapatkan sertifikat hak kekayaan intelektual (haki) terutama kalangan masyarakat arus bawah akan menjadi fokus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DIY dalam rapat kerja daerah (rakerda) yang akan digelar, Minggu (8/3/2020). Seluruh anggota legislatif bakal mendampingi masyarakat, khususnya yang memiliki inovasi dan penemuan, bisa mendapatkan sertifikat haki.
Sekretaris DPD PDIP DIY Totok Hedi Santoso mengatakan pihaknya sepakat pentingnya untuk membangun industri berbasis riset dan inovasi demi kemajuan bangsa. Oleh karena itu dalam Rakerda 2020 secara khusus PDIP membahas tentang sertifikat haki serta bagaimana cara memperjuangkan untuk mendapatkannya.
"Kader partai terutama yang duduk di DPRD diminta mendorong pemerintah eksekutif menganggarkan kegiatan masyarakat di mana mereka memiliki hak cipta yang selama ini belum diperhatikan oleh pemerintah," katanya di Kantor DPD PDIP DIY, Jumat (6/3/2020).
Dia menambahkan PDIP DIY memang belum secara khusus membentuk divisi yang menangani persoalan hak cipta maupun riset. Tetapi seluruh kader harus melakukan assessment data jika kemungkinan di masyarakat bawah secara diam-diam memiliki sebuah temuan.
Mengingat selama ini masyarakat arus bawah belum banyak yang memahami bagaimana cara memperoleh sertifikat haki tersebut.
"Entah penemuan jamu dan sebagainya misalnya, lalu kami akan mengadvokasi agar mereka bisa mendapatkan sertifikat Haki. Pertama mungkin diantar ke lembaga lain seperti perguruan tinggi untuk meneliti lebih lanjut dan PDIP memiliki tugas untuk mengadvokasi," katanya.
Anggaran Bencana
Wakil Sekretaris PDIP DIY Iyan Kurnia mengatakan hal lain yang akan dibahas dalam rakerda adalah persoalan bencana. Fraksi PDIP di wilayah DIY akan berjuan secara maksimal agar pemerintah menganggarkan secara khusus dana untuk menangani bencana yang datang secara tiba-tiba.
Penganggaran ini sebagai bentuk kesiapan pemerintah, sehingga saat terjadi bencana secara tiba-tiba tidak terjadi kebingungan melakukan penanganan. "Selama ini ketika ada bencana kemudian bingung tidak bisa secara cepat melakukan tindakan terutama yang menyangkut biaya. Ini salah satu yang akan diperjuangkan oleh PDIP menyangkut anggaran bencana. Bagaimana untuk mendorong itu, maka harus diketahui oleh seluruh stakeholder partai sehingga masuk dalam materi [rakerda]," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemangkasan anggaran Perpusnas 2026 dan perkembangan AI dinilai UMY menjadi tantangan besar bagi budaya membaca dan literasi masyarakat.
Polres Bantul menyita 1.053 pil sapi dari seorang pemuda di Pandes II, Pleret. Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat.
DIY mengalami deflasi 0,31% pada Juli 2026. BPS menyebut turunnya harga cabai, bawang, dan tomat menjadi penyebab utama.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja cerah pada Selasa, 4 Agustus 2026. Simak prakiraan cuaca DIY dan kota-kota besar di Indonesia.
Rizky Ridho mengakui kesalahan fatal saat Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam di Piala AFF 2026 dan bertekad bangkit menghadapi Singapura.
Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif cenderung melemah pada Selasa, 4 Agustus 2026. Simak faktor yang memengaruhinya.