RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Warga sedang membersihkan sisa material talut yang ambrol di Dusun Ketos, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Selasa (10/3/2020)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak beberapa hari terakhir menyebabkan seratusan pohon tumbang dan longsor di beberapa titik. Salah satunya talut ambrol di RT 4 Dusun Ketos, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Bantul. Akibatnya, material talut yang ambrol tersebut menjebol tembok rumah warga.
Rumah yang jebol pada bagian tembok ruang tengah itu adalah milik Yunadi, 43. Kendati tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi material longsoran menimbulkan kerusakan parah, bahkan diperkirakan butuh sekitar Rp20 juta untuk perbaikan.
Yunadi mengatakan material talut yang menimpa tembok rumahnya itu terjadi pada Senin (9/3/2020), sekitar pukul 03.30 WIB. Saat kejadian, hujan tengah turun deras disertai angin.
Dia yang saat itu sedang tidur dalam kamar kaget dengan ambrolnya talut sepanjang enam meter dan tinggi 2,5 meter tersebut. "Seperti suara gemuruh," kata dia, di rumahnya, Selasa (10/3/2020).
Lebih kaget lagi ketika dia melihat ruang tamu dalam rumahnya dipenuhi tanah dan batu-batu ukuran besar serta air hujan campur lumpur mengalir ke dalam rumah. Meja dan kursi tamu pun tertutup tanah.
Kejadian tersebut langsung ditangani petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sriharjo dan sejumlah sukarelawan. "Yang membersihkan tanah dan mengangkut batu-batu kemarin para relawa," ujar Yunadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.