Ada Ancaman Bencana di DIY, Sultan Sebut Dana Sudah Disiapkan

Sultan HB X memberikan keterangan kepada wartawan setelah apel operasi lilin Progo 2018 di Mapolda DIY, Jumat (21/12/2018). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
07 Januari 2020 23:37 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY telah menyiapkan anggaran untuk penanganan bencana yang mungkin terjadi di wilayah ini.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X siap mengucurkan dana berapapun juga untuk menangani bencana yang terjadi di DIY selama musim penghujan ini. Dana kebencanaan tersebut bisa diambil dari provinsi maupun kabupaten/kota.

"Dana (penanggulangan bencana) kabupaten dan provinsi kan sudah punya dan siap keluar kapan saja," ungkap Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (7/1/2020).

Kesiapan anggaran bencana jadi prioritas saat ini karena sejumlah daerah di lima kabupaten/kota di DIY mengalami kerusakan akibat banjir, longsor dan angin kencang. Ancaman ini masih berpotensi terjadi hingga beberapa waktu ke depan.

Sultan menyebutkan, dari laporan yang diterimanya dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, potensi ancaman bencana terjadi 11-15 Januari 2020. Sebab selama kurun waktu tersebut kemungkinan terjadi hujan deras dan angin kencang di sejumlah wilayah.

"Ya kita antisipasi saja karena dari BMKG Jogja kemungkinan hujan deras dan angin kencang itu. Kalau masyarakat kan di desa mereka sudah training (dalam program desa tanggap bencana)," ungkapnya.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana ketika dihubungi mengungkapkan, per 6 Januari 2020, sejumlah wilayah di DIY terdampak hujan dan angin kencang serta banjir dan longsor. Data kejadian awal 1-5 Januari 2020, terdapat sepuluh kasus kejadian tanah longsor. Sedangkan angin kencang melanda sembilan wilayah di lima kabupaten/kota di DIY.

Bencana ini terjadi karena perubahan iklim di Indonesia, terutama di DIY selama periode November 2019 hingga Januari 2020. Selama kurun waktu ini curah hujan di DIY masuk kategori sedang hingga tinggi.

“Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir dan longsor,” jelasnya.

Sumber : Suara.com