6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Ilustrasi mencuci tangan. /REUTERS-Mariana Bazo
Harianjogja.com, SLEMAN - Kantor Kementerian (Kemenag) Sleman akan menindaklanjuti penanganan virus Corona (Covid-19) ke seluruh madrasah dan pesantren sesuai protokol.
Kepala Kantor Kemenag Sleman Sa\'ban Nuroni mengatakan sejatinya sebelum merebaknya virus Corona madrasah dan pesantren sudah menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal ini sesuai dengan falsafah di mana kebersihan sebagian dari iman. "Tentu ini kami lakukan jauh sebelum virus Corona muncul," katanya, Selasa (10/3/2020).
Hanya saja, kata Sa\'ban, upaya Kemenag melakukan pencegahan virus Corona sesuai apa yang digariskan dalam protokol penanganan Covid-19 untuk area institusi pendidikan memang belum dilakukan. "Meski kami masih menunggu dari [Kemenag] Pusat, tetapi segera kami berikan surat edaran untuk madrasah dan pesantren terkait protokol tersebut," kata Sa\'ban.
Dia mengakui, tidak semua madrasah MI/MTs/MA dilengkapi dengan fasilitas wastafel, sabun cair, dan disinfektan. Madrasah yang belum memiliki fasilitas tersebut oleh Kemenag akan didorong untuk melengkapi madrasah dengan fasilitas tersebut. "Nanti sosialisasi terkait penanganan Corona. Termasuk mengajak para siswa untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat, menjaga kondisi tubuh agar tetap fit. Tentu akan kami lakukan," katanya.
Terpisah, Humas Pondok Pesantren Pandanaran Sleman Rohili mengatakan penerapan PHBS dan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dikalangan santri sudah dilakukan jauh sebelum virus Corona muncul. Santri selalu diingatkan untuk menjaga kebersihan tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga di lingkungan sekitarnya.
"Kami baru saja mengikuti program CSR dari perusahaan untuk kampanye hidup bersih. Meskipun sebenarnya ini sudah kami lakukan sejak lama, bahkan sebelum virus Corona ini muncul," katanya.
Masing-masing pengasuh asrama, kata Rohili, mendapatkan training untuk menjaga dan meningkatkan PHBS. Total terdapat 21 pengasuh yang mendapat training. Mereka akan memberikan sosialisasi kepada para santri terkait penerapan PHBS termasuk penanganan Corona sesuai protokol tersebut.
"Mereka akan selalu mengingatkan para santri misalnya untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan kegiatan kebersihan lainnya," katanya.
Disinggung soal fasilitas wastafel, sabun cair, dan disinfektan, Rohili mengatakan fasilitas tersebut tersebar di semua asrama. Meskipun bentuknya berupa tempat wudhu, katanya, namun fungsinya juga tidak berbeda dengan wastafel. "Bagi kami air menjadi kebutuhan pokok, di mana santri diajarkan bagaimana menghilangkan baik hadas kecil ataupun hadas besar," katanya.
Jikapun santri mengalami demam atau sakit apapun, katanya, terdapat klinik pesantren yang selalu melayani kesehatan santri. Klinik tersebut dilengkapi dengan dokter, perawat hingga petugas medis lainnya. "Kalau penanganannya membutuhkan rujukan, kami rujuk ke rumah sakit," ujar Rohili.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.