Nyalon Lurah Dlingo, Basuki Fokus Ekonomi dan Pangan Warga
Basuki Rakhmat nyalon Lurah Dlingo pada pemilihan lurah 2026. Ia membawa pengalaman pertanian dan ekonomi untuk kesejahteraan warga.
Bupati Bantul, Suharsono (kanan) menyerahkan bantuan alat semprot disinfektan, Selasa (31/3)./Istimewa-Dokumen Diskominfo Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Sebagai dampak merebaknya virus Corona (Covid-19) di berbagai wilayah, Pilkada Bantul 2020 dipastikan diundur hingga 2021. Bupati Bantul, Suharsono, mengaku tidak keberatan dengan mundurnya jadwal pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul. Saat ini ia memilih fokus menangani dampak penyebaran virus yang terjadi di Bumi Projotamansari.
Pemkab Bantul merespons cepat imbas penyebaran Covid-19. Pada Selasa (31/3/2020) Suharsono membagikan sembako untuk sejumlah tukang becak di Simpang Empat Gose dan pengemudi ojek online yang berada di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul. Suharsono juga merespons berkurangnya stok darah di PMI Bantul akibat berkurangnya jumlah pendonor.
Sebagai petahana yang menjadi bakal calon Bupati Bantul, Suharsono mengatakan masih ingin fokus menjalankan tugasnya. Baginya, tidak penting pilkada serentak diundur atau tidak. Terlebih, banyak warga Bantul yang mengalami kerugian. Penanganan dan pencegahan merupakan prioritas utama yang sedang ia pikirkan. "Saya fokus memikirkan warga saya," katanya, Selasa.
Suharsono berencana mengalihkan anggaran Pilkada Bantul 2020 khusus untuk penanganan Covid-19. Hanya, ia masih menunggu arahan dari Pemerintah Pusat.
Selain soal anggaran, Suharsono juga menginstruksikan opsi penanganan paling cepat guna menahan penyebaran virus. Hal tersebut berangkat dari keluhan banyak petugas medis yang kewalahan menangani lonjakan jumlah pasien, sementara masyarakat semakin sulit mendapatkan tempat perawatan yang layak. Rumah sakit darurat khusus Covid-19 pun sangat dibutuhkan.
Puskesmas Bambanglipuro lama digadang-dagang menjadi rumah sakit darurat. Ketika ditanya perihal itu, Suharsono mengatakan yang penting masyarakat bisa mendapatkan perawatan cepat, di mana pun itu tempatnya.
Keluhan para tenaga medis pun juga tak luput dari perhatian. Mereka mengaku kesulitan memperoleh tempat tinggal. Untuk itu, Suharsono mempersilakan Rumah Dinas Bupati Bantul untuk digunakan sebagai tempat penginapan para tenaga medis. "Silakan dipakai karena itu bukan rumah saya, tapi itu rumah rakyat," kata Suharsono.
Aparatur sipil negara [ASN] di Bantul juga didorong untuk membantu warga terdampak dengan cara menyisihkan gajinya untuk penanganan Covid-19. "Silakan dipotong, termasuk gaji saya dipotong tidak masalah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Basuki Rakhmat nyalon Lurah Dlingo pada pemilihan lurah 2026. Ia membawa pengalaman pertanian dan ekonomi untuk kesejahteraan warga.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21