Jelang Lebaran, Bakul Beringharjo Merana karena Corona
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
Seorang pedagang menimbang bawang putih di kios miliknya di kompleks Pasar Argosari, Wonosari, belum lama ini./Harian Jogja-Muhammad Nadhir Attamimi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Di tengah merebaknya Covid-19 Disperindag Gunungkidul memastikan tak ada panic buying di Bumi Handayani. "Kami pastikan tidak ada panic buying, semua warga masih normal dalam membeli bahan pokok," kata Virgilio Soriana kepada Harian Jogja, Jumat (3/4/2020).
Sejak maraknya penyebaran virus Corona Disperindag sudah mengimbau kepada para pedagang, baik pedangang kelontong, toko jejaring hingga swalayan untuk tidak melayani warga yang membeli dalam jumlah yang tak wajar. Dia juga memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok masih aman. Ketika ada stok bahan pokok yang kurang, Disperindag segera memenuhi. "Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait, salah satunya menjaga stok sembako agar tetap aman hingga enam bulan ke depan," ujarnya.
Virgilio mengimbau agar masyarakat tidak perlu takut kehabisan stok bahan pokok di Bumi Handayani. "Masyarakat kami harapkan tidak perlu panik dan tolong kalau berbelanja secukupnya saja," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.